Mati Urip Tetap NU, Tak Pernah Goyah Gandulan Sarunge Kiai NU

Mati Urip Tetap NU Tak Pernah Goyah Gandulan Sarunge Kiai NU

Mati Urip Tetap NU, Tak Pernah Goyah Gandulan Sarunge Kiai NU

Banyak gempuran yang terus dialamatkan kepada NU. Ada juga sebagian warga NU yang goyah, sehingga malah menyalahkan NU dan para kiai. Mereka termakan hasutan dan politik pecah belah yang dilancarkan orang-orang yang ingin NU terbelah. Untuk itu, warga nahdliyyin perlu segera kembali mengingat dawuh-dawuh para kiai NU yang selalu setia perjuangannya dalam menjaga NU.

Warga nahdliyyin, khususnya para pengurus NU, harus ingat betul apa yang disampaikan Kiai Wahab Chasbullah dalam menghadapi berbagai tantang saat ini dan masa depan.

“Banyak pemimpin NU di daerah-daerah maupun di pusat yang tidak yakin akan kekuatan NU.  Mereka  lebih menyakini kekuatan golongan lain. Orang-orang ini terpengaruh oleh bisikan orang yang menghembuskan propaganda agar tidak yakin akan kekuatan yang dimilikinya. Kekuatan NU itu ibarat senjata adalah meriam, betul-betul meriam. Tetapi digoncangkan hati mereka oleh propaganda luar yang menghasut seolah-olah senjata itu bukan meriam tetapi hanya gelugu alias batang pohon kelapa sebagai meriam tiruan. Pemimpin NU yang tolol itu tidak sadar siasat lawan dalam menjatuhkan NU melalui cara membuat pemimpin NU ragu-ragu akan kekuatannya sendiri.” (Sumber: KH Saifuddin Zuhri, Berangkat dari Pesantren, LKiS, 2013: 497).

Kredo perjuangan ini disampaikan oleh Kiai Wahab saat dirinya telah dipilih sebagai Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam Muktamar di Jakarta tahun 1950. Dari dawuh Kiai Wahab, kita akan mengerti posisi NU dan bagaimana menghadapi berbagai tantangannya.

Selain itu, berikut ini dawuh-dawuh para kiai untuk menguatkan batin perjuangan kita di NU.

Pertama, dawuh Syaikhona Kholil Bangkalan, gurunya para pendiri NU.

“Ya Jabbar Ya Jabbar Ya Jabbar, Ya Qohhar Ya Qohhar Ya Qohhar.”

Sopo Seng Ngerusak NU Bakal Ajor!,..
Sopo sing gelem khidmah pada NU bakal mulyo”

Kedua, dawuh Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, Rais Akbar NU.

“Siapa yang mau mengurusi NU, aku anggap sebagai santriku. Siapa yang jadi santriku, maka aku doakan husunul khatimah beserta keturunannya.”

Ketiga, dawuh Mbah Maksum Lasem, salah satu pendiri NU.

“Engkau jangan sekali-kali membenci NU. Sebab membenci NU sama dengan membenci aku karena NU itu saya yang mendirikan bersama-sama ulama lain. Tetapi engkau pun jangan membenci Muhamadiyyah. Jangan pula membenci PNI dan partai lain. Kau harus dapat berdiri di tengah-tengah dan berbuat adil terhadap mereka.”

Keempat, dawuh KH Bisri Syansuri, Rais Aam PBNU 1971-1980.

“Inget, jangan cari makan di NU hidupnya nanti akan lunglai. Jangan keluar dari NU, membenci NU karena akan dilanda hutang besar. Besarkan NU, ikuti program NU dan mengikuti ulama, hidup akan berkah.”

Kelima, dawuh Kiai Hasan Genggong Probolinggo.

“Jangan kecewa kepada NU nak, jangan keluar. NU adalah Jam’iyah yang diridhai (Allah).”

Keenam, dawuh KH As’ad Syamsul Arifin Situbondo, pengantar isyarah berdirinya NU dari Syaikhona Kholil Bangkalan kepada Kiai Hasyim Asy’ari.

“Santri Sukorejo yang keluar dari NU jangan berharap berkumpul dengan saya di akhirat.”

Ketujuh, dawuh KH Ahmad Idris Marzuqi Lirboyo.

“Siapa pun yang memusuhi NU, kalau dia seorang wali, akan luntur kewaliannya. Kalau dia tokoh berpengaruh , akan kehilangan pengaruhnya. Sebab NU didirikan para ulama dan telah direstui para auliya.”

Kedelapan, dawuh Maulana Habib Luthfi bin Yahya, Rais Aam Jamiyyah Ahlit Thariqoh al-Mu’tabaroh an-Nahdliyyah (JATAMAN).

“Yang bilang ra usah NU-NU nan, seng penting Ahlussunnah wal jamaah!, bisa bahaya kamu!..”

Kesembilan, dawuh KH Munif Zuhri Girikusumo.

“Mbah Hasyim sebelum mendirikan NU enam kali mimpi di datangi Rosululloh sebagai isyarat restu dan ridlo Nabi atas berdirinya NU.”

Beberapa dawuh para kiai NU menjadi bukti nyata, janganlah berpaling dari NU. Mari terus menjaga kesetiaan dan ketaatan kita kepada para kiai NU. Hidup kita akan berkah. (Abu Umar/Bangkitmedia.com)

Demikian ulasan khusu terkait Mati Urip Tetap NU, Tak Pernah Goyah Gandulan Sarunge Kiai NU. Semoga bermanfaat.

Tonton berbagai video menarik seputar hikmah kehidupan. Tonton di sini. Semoga bermanfaat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *