Masjid Sebagai Jaring Pengaman Sosial

Masjid Sebagai Jaring Pengaman Sosial

Posted on

Kesulitan akibat wabah ini mempengaruhi kurang lebih 1/3 penduduk. Paling tidak itu di kampung saya. Yang biasanya menyantuni 16 keluarga, jumlah yang perlu disantuni masjid menjadi 85 keluarga. Alhamdulillah pengurus Masjid Al Ikhlas dimana saya mengabdi kompak menggunakan kas masjid untuk memenuhi kebutuhan pokok jamaah.

Kami menyiapkan 85 paket dimana setiap paket berisi 10 kg beras, 1 kg telur, dan 1 dus mi instan. Jangan nyebut merk. Total belanja kurang lebih 15 juta. Beras 10 kg untuk mencukupi kebutuhan selama sebulan. Kalau anggota keluarga 4 orang beras 5kg itu cukup untuk 10 hari.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Anak sekolah di rumah makannya tambah banyak. Alhamdulillah Lazisnu juga ikut membantu beberapa keluarga tadi. Sudah sekali selama wabah ini. Akan ada santunan berikutnya. Tapi bantuan dari luar biasanya tidak menjangkau semua yang butuh di lingkungan karena yang disasar memang banyak dan luas jadi perlu pemerataan.

Oleh karena itu, saya mengajak takmir masjid agar tidak ragu menggunakan kasnya untuk memastikan jamaahnya terpenuhi kebutuhan pokok selama wabah ini agar jamaah tetap kuat sehat dan bisa beribadah puasa dengan khusuk. Agar keluarga juga tenang karena di rumah semua dengan perut lapar bisa memunculkan pertengkaran suami isteri.

Baca Juga >  Dua Masjid di Panjangrejo Pundong Telah Berumur Lebih dari 1 Abad

Coba kalau 1/3 penduduk kelaparan apa nggak mengurangi ketenangan dan keademan kampung. Puasa menjadi kurang khusuk karena belum sahur dan mikir nanti buka apa.

Jadi masjid bisa menjadi solusi. Agar grup grup WA masjid juga bisa jadi sarana nambah ilmu selama bulan puasa. Hal tersebut memerlukan perut tidak kelaparan dan ada persediaan beras di rumah.

Jangan menunggu jatah dari negara yang belum diketahui waktunya dan juga terbatas jumlahnya. Jangan menunggu sedekah jamaah karena semua jamaah ya terkena imbas.

Saat ini memang saat sulit semua orang terkena dampak. Saat sabar makan seadanya dan mencukup-cukupkan yg terbatas. Saat saat sulit tapi di dalamnya terdapat berkah yang tiada batas. Semoga wabah ini segera berlalu.

Penulis: Yasir Alimi, Takmir Masjid Al Ikhlas dan Wakil Ketua PWNU Jateng