Mahasiswa UNU

Mahasiswa UNU Yogyakarta Raih Juara Kompetisi Esai Nasional

Berita NU, BANGKITMEDIA.COM

YOGYAKARTA-Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta sebagai kampus santri, telah berhasil menghantarkan mahasiswanya menjadi juara dalam kompetisi di tingkat nasional. Dengan bangga, UNU Jogja memperkenalkan Moh. Taqiyuddin Saleh sang juara dalam Kompetisi Esai Nasional yang diadakan oleh Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar belum lama ini. Pemuda yang akrab disapa Taqi itu berhasil meraih juara dalam kompetisi dengan karya esainya yang berjudul, “Pesantren Agribisnis Sebagai Sarana Industrialisasi Pertanian Berbasis Ekonomi Syari’ah”.

Ketika ditanya poin penting yang diangkatnya dalam esai tersebut, mahasiswa yang kini menjabat sebagai Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Penelitian UNU Jogja itu menjelaskan bahwa dirinya menulis tentang adanya peluang besar pesantren agribisnis untuk dijadikan sebagai sarana industrialisasi pertanian yang berbasis ekonomi syari’ah melalui pemberdayaan masyarakat dan pengkaderan santri.

“Kalau masalah yang diangkat adalah masalah impor beras. Banyak orang protes kenapa pemerintah impor beras? Pemerintah menjawab bahwa kita kekurangan pasokan beras dalam negeri. Petani komentar lagi, bukan pasokan yang kurang, tapi pemerintah yang tidak menyediakan pasar. Nah, saya melihat bahwa pesantren agribisnis punya peluang untuk menjadi penyambung antara pemerintah dengan petani dengan mengakomodir hasil pertanian dari para petani. Selain itu, pesantren agribisnis juga dapat memberikan pemahaman terkait industri pertanian bagi santri dan petani di sekitar pesantren. Sehingga petani kita tidak gaptek,” demikian Taqi menjelaskan.

Baca Juga >  Ahad Wage PWNU, Polda DIY: Radikalisme Menyasar Generasi Muda

Taqi menyatakan bahwa keberhasilannya tidak lepas dari doa dan dukungan Prof. Purwo Santoso selaku rektor dan Gus Hilmy selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan yang selalu mendorongnya.

“Prof. Purwo itu pernah bilang, ‘kamu saya provokasi biar punya semangat berprestasi. Ibarat tanaman merambat itu, saya hanya menyediakan lanjaran (rambatan) sementara memanfaatkan lanjutan atau tidak, itu terserah kamu. Selain menyediakan lanjaran saya juga beri kamu provokasi. Ibaratnya sinar matahari. Nutrisi biar kamu semangat’ gitu” begitu disampaikan Taqi menirukan nasehat Prof. Purwo.

“Kalau Gus Hilmy sering menyemangati saya meskipun lewat chat. ‘ayo.. ayo.. go.. go.. go. Semangat’ begitu biasanya beliau mensupport saya. Beliau sosok yang enakan sama mahasiswa,” kaanya lebih lanjut.

Taqi menyampaikan banyak terimakasih kepada seluruh civitas akademika UNU Yogyakarta yang telah mensupportnya. Menurutnya, penghargaan ini tidak mungkin dapat diraih tanpa dukungan dari civitas akademika UNU Jogja. Taqi juga menyatakan bahwa  dirinya merasa menemukan keluarga keduanya di UNU Jogja. (Ibran/rk)