Bangkitmedia.com, BANTUL -Salah satu ciri yang membedakan Islam dengan yang lainnya adalah penekanannya terhadap masalah ilmu. Banyak ayat Al Quran dan Hadis Nabi Muhammad SAW yang menekankan keutamaan menuntut ilmu, serta menempatkan orang-orang yang berpengetahuan pada derajat yang tinggi.
Demikian disampaikan Kiai Busyro Asrori dalam acara “Mujahadah dan Pengajian Rutin” Keluarga Besar MI Sananul Ula Daraman, Srimartani Piyungan Bantul, Sabtu (20/12/2025).
“Man yuridillahu bihi khairan yufaqqihu fiddin“, yang artinya barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan maka Allah akan memahamkan dia di dalam ilmu agama. “Karena itu, berbahagialah para wali murid yang sedang belajar di Madrasah dan Pesantren,” tambahnya.
Karena anak-anak yang belajar di Madrasah atau pesantren itu selain mendapat waktu yang cukup banyak dalam mempelajari ilmu pengetahuan, juga bisa langsung praktikum dari apa yang dipelajari di madrasah. Contoh paling sederhana adalah anak-anak belajar tentang, wudhu, salat, baca Al Quran, dll, juga dipraktikkan langsung untuk salat berjamaah di masjid, lengkap dengan zikir dan doa-doanya.
Jadi, madrasah adalah “laboratorium agama” yang terbaik untuk anak-anak kita, sebagai bekal belajar agama ke jenjang yang lebih tinggi. Artinya, sebagai pembentukan pendidikan karakter yang efektif dan efisien. Karena pembentukan karakter di madrasah meliputi tiga hal. Belajar, dipraktikkan dan diajarkan Kembali kepada orang lain.
Hal ini menjadi solusi yang cukup ampuh untuk mengasah logika, jiwa kepribadian/karakter anak. Tidak dimanjakan lagi dengan “artificial intelligence” yakni semacam “kecerdasan buatan” yang tak punya perasaan apa-apa.
Hadis tentang “Tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri China” ini menunjukkan gairah keilmuan yang tanpa batas yang harus digelorakan kepada anak-anak kita semua. Agar kelak menjadi generasi yang utama dan berkualitas.

Lebih lanjut Kiai Busyro, alumni API Tegalrejo Magelang ini menerangkan tentang kosep belajar; Utlubul ilmi bil Sakinah wa waqorah” artinya adalah “Tuntutlah ilmu dengan penuh ketenangan/ketentraman” atau “Tuntutlah ilmu dengan adab dan sopan santun”.
Frasa ini menekankan pentingnya adab (etika) dalam mencari ilmu. Waqorah (وقورة) berasal dari kata waqar yang berarti ketenangan, kewibawaan, kehormatan, atau adab yang baik. Jadi, dalam menuntut ilmu, seseorang tidak hanya fokus pada perolehan informasi, tetapi juga pada sikap dan perilaku yang pantas, seperti: menghormati guru atau sumber ilmu., memiliki sikap rendah hati dan tidak sombong, mendengarkan dengan penuh perhatian, dan terakhir, tidak tergesa-gesa atau bersikap gaduh.
Hal ini sejalan dengan ajaran Islam yang mewajibkan menuntut ilmu bagi setiap muslim, sebagaimana dalam hadis populer “Tuntutlah ilmu sejak dari buaian sampai liang lahat” (utlubul ilma minal mahdi ilal lahdi). Adab dalam menuntut ilmu dianggap sangat penting agar ilmu yang diperoleh menjadi berkah dan bermanfaat.
Terakhir Kiai Busyro menekankan bahwa kita sebagai orangtua murid harus sabar dan mau bercermin dengan diri kita sendiri. Karena perilaku anak-anak adalah rahasia dari cerminan prilaku oragtuanya itu sendiri. “Kalau kita dapati anak kita sedikit ngeyel atau nakal, coba diingat-ingat dulu bagaimana dengan kita waktu masih kecil?” candanya. (Nurhaeni_Guru MI Sananul Ula)








