LTMNU DIY Gelar Rakordasi, Sosialisasi Program dan Sambut Ramadhan 1447 H

Bangkitmedia.com, YOGYA – Pengurus Wilayah Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta (PW LTMNU DIY) menggelar Rapat dan Koordinasi Rutin (Rakordasi) di Masjid Baitul Hikmah Gondolayu Lor, Kota Yogyakarta, Sabtu (7/2/2026). Masjid tersebut merupakan salah satu masjid percontohan PWNU DIY yang selama ini aktif dalam pengembangan manajemen kemasjidan dan penguatan fungsi sosial-keagamaan masjid.

Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi, konsolidasi program, sekaligus sosialisasi arah gerak LTMNU DIY dalam memperkuat peran masjid-masjid Nahdlatul Ulama di wilayah DIY. Hadir dalam kegiatan tersebut KH. Basori Alwi, KH. Hasyim Turmudzi, Jamilludin, dan Suryana dari unsur pengurus LTMNU DIY. Turut hadir pula perwakilan takmir masjid dari berbagai daerah, di antaranya Sukardi dari Masjid Al-Huda Kulon Progo, Arif dari Masjid Jami’ Krapyak Lor Sleman, Jalaludin dari Masjid Safinatunnajah Gunungkidul, serta Muhammad Makrus selaku pengurus Ta’mir Masjid Baitul Hikmah Gondolayu Lor.

Dalam sambutannya, KH. Basori Alwi menyampaikan apresiasi atas kehadiran para pengurus dan takmir masjid yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti rakordasi. Ia menegaskan pentingnya forum semacam ini sebagai ruang komunikasi dan penguatan jaringan antar pengelola masjid di lingkungan Nahdlatul Ulama.

“Rakordasi ini menjadi sarana silaturahmi antar pengurus dan stakeholder kemasjidan. Forum seperti ini sangat penting untuk dijadikan agenda rutin agar koordinasi, sinergi, dan semangat khidmah melalui masjid terus terjaga,” ujar Kiai Basori.

Lebih lanjut, Kiai Basori menjelaskan bahwa dalam rakordasi tersebut turut disosialisasikan sejumlah program strategis LTMNU DIY tahun 2026. Di antaranya adalah rencana penerbitan buku saku manajemen masjid NU sebagai panduan praktis bagi para takmir, pengembangan aplikasi pendataan masjid NU di DIY untuk mendukung tata kelola berbasis data, serta program apresiasi bagi masjid-masjid percontohan yang dinilai berhasil dalam pengelolaan dan pemberdayaan jamaah.

Menurutnya, program-program tersebut dirancang untuk memperkuat profesionalitas pengelolaan masjid sekaligus tetap menjaga karakter masjid sebagai pusat ibadah, dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat.

Selain membahas program kerja, rakordasi juga menjadi momentum menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H. LTMNU DIY menghimbau seluruh masjid NU di DIY untuk menyemarakkan Ramadhan dengan berbagai kegiatan keagamaan dan sosial yang melibatkan jamaah secara aktif.

“Kami menghimbau seluruh masjid NU untuk melaksanakan kegiatan bersih-bersih masjid menjelang Ramadhan, serta menghidupkan syiar keagamaan selama bulan Ramadhan, baik melalui pengajian, tadarus Al-Qur’an, santunan sosial, maupun kegiatan keummatan lainnya,” tambah Kiai Basori.

Pada sesi berikutnya, Muhammad Makrus menyampaikan paparan mengenai praktik pengelolaan Masjid Baitul Hikmah Gondolayu Lor sebagai masjid percontohan. Ia menjelaskan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan umat yang dikelola secara terencana dan berkelanjutan.

“Di Masjid Baitul Hikmah, kami memiliki agenda kegiatan harian, mingguan, bulanan, tahunan, hingga kegiatan insidentil. Semua disusun agar masjid benar-benar hidup dan dirasakan manfaatnya oleh jamaah,” jelas Kiai Makrus.

Ia juga menambahkan bahwa salah satu agenda tahunan yang menjadi ciri khas Masjid Baitul Hikmah adalah kegiatan “1000 Apem”. Tradisi ini menjadi daya tarik tersendiri karena memadukan nilai ibadah, kebersamaan, serta pelestarian budaya lokal yang selaras dengan semangat Islam rahmatan lil ‘alamin.

Sementara itu, Jamilludin selaku Sekretaris LTMNU DIY menyampaikan bahwa pada bulan Ramadhan mendatang, LTMNU DIY akan memperkuat sinergi dengan berbagai lembaga di lingkungan PWNU DIY. Kerja sama tersebut melibatkan Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU), Lesbumi, LAZISNU, dan Nahnu TV.

Kolaborasi ini diharapkan mampu memperluas jangkauan dakwah, memperkaya kegiatan keagamaan dan kebudayaan di masjid, serta meningkatkan peran masjid sebagai pusat pelayanan umat. Dengan sinergi antar lembaga, masjid diharapkan tidak hanya ramai secara fisik, tetapi juga kuat dalam program, manajemen, dan dampak sosialnya.

Melalui rakordasi ini, LTMNU DIY menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi dan menguatkan peran takmir masjid NU di seluruh DIY. Masjid diharapkan menjadi pusat peradaban umat yang tidak hanya makmur bangunannya, tetapi juga makmur jamaah dan kegiatannya, terlebih dalam menyambut dan mengisi bulan suci Ramadhan 1447 H. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *