kampus al-azhar mesir
Pendidikan

Kuliah Beasiswa di Al-Azhar: Ini Kelebihan yang Bisa Kamu Nikmati! (2)

Tanya: Apa kelebihannya kuliah di Al-Azhar? Apa pula kekurangannya?

Kuliah di Al-Azhar untuk jenjang S-1 mempunyai banyak kelebihan. Gampang saja, Kairo adalah kota metropolis yang dijamin tidak bikin kuper, situasi sosial politik dan keamanan juga relatif kondusif. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk pengembangan diri, karena akses ke sumber-sumber pengetahuan (buku, perpustakaan, jumpa tokoh dan budayawan) mudah dan murah!

Berbagai aliran dan kecenderungan bertebaran tinggal milih sesuai dengan selera, bagaikan supermarket swalayan. Biaya hidup pun relatif murah dibandingkan negara lain, bahkan dalam berapa hal bisa dibilang lebih murah dari Jakarta, misalnya.

Di Al-Azhar juga bisa mengaji kitab kuning kepada para ulama besar, menghadiri ritual sufi yang diadakan oleh para mursyid berbagai tarekat muktabarah, ada juga beberapa pusat tahfidz Al-Qur’an yang bertebaran dengan sanad qiraat yang bersambung.

Kalau mau, di Mesir (Kairo dan Alexandria) juga bisa mengembangkan kemampuan bahasa asing/Barat seperti bahasa Inggris, Perancis dan Jerman. Ada lembaga resmi seperti British Council dan Goethe Institute yang menawarkan kursus bahasa dengan native speakers; biayanya pun bisa dibilang jauh lebih murah dibandingkan kursus dengan kualitas serupa di negara kita.

Mempraktekkannya juga ada lahannya, karena mahasiswa/i berbeasiswa Al-Azhar akan tinggal di asrama yang banyak dihuni mahasiswa asing dari berbagai negara, termasuk dari negara-negara yang bahasanya disebutkan di atas. Banyak juga turis asing bertebaran di tempat-tempat wisata. Para intelektual dan orang Mesir yang terdidik dan bisa kita temui biasanya juga bi-linguals.

Sedangkan aspek kekurangannya (weakness & Treat) sejatinya lebih banyak kembali kepada diri kita sendiri: modal dan persiapan yang tidak memadai, tidak mampu melawan benturan budaya, terbawa arus pergaulan, tidak bisa manajemen diri, dan lain-lain. Maka dari dulu para senior suka bersinyalemen: Kairo itu kalau tidak kamu kalahkan, maka dia akan mengalahkanmu.

Kalau engkau kalah, tidak akan bisa memenuhi harapan orang tua. Simple saja!

Penulis: Muhammad Aunul Abied Shah, Mustasyar PCI NU Mesir dan murid langsung Grand Syekh Al-Azhar Ahmad Muhammad Ahmad Al-Thayyeb.

donasi bangkit

Advertisement

Fans Page

Advertisement