Kuatkan Kemandirian, Muslimat NU Pajangan Dirikan Warung An-Nisa

Kuatkan Kemandirian, Muslimat NU Pajangan Dirikan Warung An-Nisa

Posted on

Kuatkan Kemandirian, Muslimat NU Pajangan Dirikan Warung An-Nisa.

Pada Rabu, 26 Agustus 2020, Pengurus Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Pajangan Bantul resmi mendirikan dan melaunching warung yang diberi nama An-Nisa yang menyedakan makanan lokal dan sembako. Warung An-Nisa berdiri dengan menyewa sebuah kios di Sebelah Barat Jembatan Sindon, tepatnya di dusun Iroyudan, Guwosari, Pajangan, Bantul.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Ketua PAC Muslimat NU Pajangan, Ibu Nyai Zawidah, menegaskan bahwa berdirinya warung An-Nisa ini dalam rangka menguatkan kemandirian organisasi dan pemberdayaan ekonomi warga. Warung ini berdiri berdasarkan musyawarah dan menjalankan fungsi bidang koperasi dan ketenaga-kerjaan Muslimat NU Pajangan. Ibu Nyai Zawidah terpilih sebagai ketua Muslimat PAC Pajangan setahun lalu, 2019.

“Ini adalah program kerja bidang ekonomi pertama selain kegiatan rutinan berupa simaan Al-Qur’an dan bacaan Maulid Barzanji yang diadakan selapan sekali,” tegas Ibu Nyai Zawidah.

Ibu Nyai Zawidah mengakui bahwa ia mengabdikan diri sesuai dawuh gurunya, Ibu Nyai Sofiyah Hamid, di mana ia berhasil mengkhatamkan hafalan Qur’annya.

Saat ditanya mengapa launchingnya pada hari Rabu, Zawidah menjawab sesuai dawuh sesepuh. Hari baik sesuai arahan dari para kiai di Pajangan.

“Kita ini orang kampung. Dari 600 anggota yang aktif, ditandai dengan seragam yang dimiliki, semuanya adalah ibu-ibu dengan berbagai macam kegiatan ekonomi. Ada jualan di pasar, buat amkaan rumahan, nitis gila, jaul hasil kebun. Kita ini kan wilayahnya gunung. Dari situ, mengapa kita tidak membuka warung saja. Menjajakan hasil kebun dan hasil olahan anggota kita,” jawab Ibu Nyai Zaidah.

Baca Juga >  Kiai Maghfurun, Dari Lendah untuk Gus Hilmy yang Istimewa

Bunyai Zawidah, yang hafidz Al-Qur’an lulusan Ponpes An-Nur, Maron, Loano, Purworejo, ini mengatakan bahwa Warung An-Nisa ini berdiri dengan modal patungan beberapa anggota, dengan sistim bagi hasil. Untuk laba, proyeksi ke depannya adalah untuk operasional organisasi dan juga kegiatan lainnya.

Ditemui secara terpisah, Kyai Khozin, ketua MWC NU Pajangan Bantul mengatakan, bahwa MWC NU Pajangan sangat mendukung dan mengapresiasi pendirian Warung An-Nisa ini.

“Upzis NU Pajangan sudah mendirikan warung, kini Muslimat juga sudah. Ini sangat bagus untuk pengembangan dan syiar NU di Pajangan. Seperti koperasi, barangnya dari anggota, dibeli anggota, dan hasilnya kembali anggota lewat organisasi,” kata Kyai Khozin.

Momentum launching warung An-Nisa ini juga diadakan kegiatan rutin tahunan Muslimat NU Pajangan, yakni sanyunan Yatim-piatu setiap 10 Muharom. Dan tahun ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 29 Agustus 2020, di dusun Karangber Guwosari Pajangan. Pada tahun ini sebanyak 45 anak yatim dan dhuafa yang disantuni. Namun hanya 16 anak yang dihadirkan untuk menerima santunan secara simbolis.

Hadir dalam acara santunan Muharoman ini adalah istri Wakil Bupati Bantul, Hj. Emi Masruroh dan beberapa pengurus Muslimat NU Bantul. Dalam sambutannya, Emi Masruroh sangat mengapresiasi kegiatan Muslimat Pajangan, termasuk Pendirian Warung An-Nisa dan santun yatim dan dhuafa tahun ini. (red/Bangkitmedia.com)

*Adapun foto berita Kuatkan Kemandirian, Muslimat NU Pajangan Dirikan Warung An-Nisa adalah berikut ini.

Berikut ini foto kegiatan santunan muharoman Muslimat NU Pajangan.