Kuasai Media, Kaum Muda Jangan Terbawa Hoax dalam Politik

Posted on

SLEMAN. BANGKITMEDIA.COM

Tahun 2018 ini adalah tahun politik. Puncaknya adalah Pemilu 2019 nanti. Di sini, mahasiswa jangan sampai terbawa hoax, karena transisi politik bisa membawa guncangan besar. Mahasiswa hari ini sebagai generasi milenial harus tampil dengan karya-karya hebat untuk menguasai media, baik cetak maupun online.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Demikian ditegaskan Dr. Mohammad Zamroni, Ketua Asosiasi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (ASKOPIS) Indonesia pada seminar nasional dengan tema “Generasi Milenial dan Tantangan Komunikasi Politik 2018” pada Selasa (06/02) bertempat di Aula STAI Sunan Pandanaran Yogyakarta. Acara ini diselenggarakan oleh Prodi KPI STAI Sunan Pandanaran Yogyakarta.

Dr. Mohammad Zamroni menuturkan bahwa media sudah menjadi bagian terpenting, media bisa merubah gaya hidup kita. Salah satunya adalah hadirnya internet. Dengan adanya jaman milenial akan banyak sekali bermunculan hoax di tengah masyarakat. Karena setiap anggota akan melakukan berbagai cara agar bisa menghancurkan lawan politik salah satunya dengan ujaran kebencian.

“Siapa yang menguasai teknologi informasi maka ia akan menguasai dunia. Generasi milenial memiliki tantangan yang luar biasa. Teknologi sudah canggih dan itu akan dimanfaatkan untuk Pilkada untuk kepentingan politik. Kita bisa lihat di Whatsapp, mereka ramai-ramai memberikan informasi calon-calon pemimpinnya lewat medsos. Framing-framing media dan narasi yang sangat mengena dimanfaatkan”. Tambah Dr. Zamroni yang juga dosen di UIN Sunan Kalijaga.

Baca Juga >  Gus Kholid Ingatkan Santri Al Munawwir Komplek Q Pentingnya Menulis

Zamroni juga menegaskan bahwa target yang dibidik adalah pemilih pemula adalah generasi Z yang yang lahir tahun  (1995-2010) dan akrab dengan medsos. Maka ada dua kemungkinan yang terjadi. Pertama, jika kita pintar memaknai pesan politik yang tersebar luas di media maka kita akan sesuai dalam memilih calon pemimpin. Akan tetapi jika sebaliknya maka wassalam, selamat tinggal.

“Dalam Pilkada dan Pemilu nanti, para aktor politik akan  menggunakan media untuk kampanye. Seorang pemilih harus bisa secara benar dan paham akan adanya pesan-pesan yang disampaikan oleh calon pemimpin. Generasi Z menjadi kunci keberhasilan Pilkada maupun pemilu pada tahun 2018/2019, karena jumlah yang besar dari bonus demografi. Makanya, kaum muda mahasiswa harus kuat, jangan sampai terbawa hoax dan terus menebarkan informasi positif kepada publik,” tegas Zamroni. (Mukhlisin)