KH Idris Kamali, Ulama Ahli Sanad yang Jadi Menantu KH Hasyim Asy’ari
Sebuah komentar manis KH Muhammad Tholhah Hasan (Malang) terhadap Hadratusy Syekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari, “beliau sangat pandai di dalam memilih menantu, semua menantunya orang-orang alim dan sholih, termasuk KH Idris Kamali”.
Dalam catatan sejarah, jarak usia KH Muhammad Hasyim Asy’ari dan KH Idris Kamali tidak terlalu jauh. Berkisar 12 tahun. KH Hasyim lahir tahun 1875 M, sementara KH Idris Kamali lahir tahun 1887 M.
Sebagaimana penuturan KH Muhammad Tholhah Hasan, bahwasanya KH Idris Kamali itu seorang musnid selevel dengan Syekh Muhammad Yasin Al-Fadani (1915 M). KH Tholhah sewaktu menunaikan ibadah haji pernah mendapatkan ijazah amah dari Syekh Muhammad Yasin Al-Fadani. Besar kemungkinan Syekh Idris Kamali (1887 M) pernah ngaji hadis kepada Syekh Mahfudz Al-Turmusi Pacitan (1868 M- 336 H) dan Sayyid Abbas bin Abdul Aziz Al-Maliki Al-Idrisi (1270 H) selama di Masjidil Haram Makkah. Namun, sampai saat ini belum ditemukan data otentik seputar guru-guru Syekh Idris Kamali di Makkah.
Yang jelas, Syekh Idris Kamali pernah belajar di beberapa pesantren Jawa, termasuk belajar ke Tebuireng yang diasuh langsung oleh Syekh Muhammad Hasyim Asy’ari. Dari situlah, kemudian Mbah Hasyim menikahkan KH Idris Kamali dengan putrinya Neng Azzah. Semua tahu, KH Hasyim satu-satunya ulama yang mulazamah ke Syekh Mahfuzd Turmusi selama di Makkah dengan waktu yang sangat lama.
Dalam catatan Syekh Muhammad Yasin Al-Fadani, beliau mengatakan bahwa sanada beliau bertemu di Syekh Umar ibn Hamdan Al-Mahrusi seorang pakar hadis Makkah dan Madinah yang menjadi guru dari Syekh Wahab Hasbullah dan ulama Nusantara lainnya. Sanad Syekh Muhammad Yasin Al-Fadani sama dengan Ulama Nusantara yaitu ke Syekh Mahfudz Al-Turmusi.
Habib Sholih Ibn Salim Al-Idrus Malang dalam kitab “Lawamiu An-Nur As-Sani” menerangkan bahwa Sayyid Abbas belajar kepada Sayyid Bakri bin Muhammad Shata Makkah penulis Kitab I’anatu Al-Thalibin. Salah satu muridnya adalah Syekh Al-Imam Muhammad Hasyim Asy’ari.
Dalam beberapa kesempatan, baik ngaji maupun ceramah umum, KH Muhammad Tholhah Hasan sering menyampaikan nama-nama gurunya “Saya punya banyak guru, tapi yang saya ceritakan kepada khalayak umum cuma tiga: Mbah Idris Kamali Al-Musnid, Mbah Adlan Ali, dan Kiai Shobari Tebuireng,” ungkapnya.
Murid-murid (santri) Kiai H Idris Kamali:
Menurut penuturan KH Muhammad Tholhah Hasan, ketika istrinya Nyai Azzah binti Hasyim Asy’ari wafat. KH Idris Kamali Kembali ke Makkah Al-Mukarramah. Beliau tidak menikah lagi. KH Mustafa Ya’kub merasa belum puas nyantri ilmu hadis di bawah bimbingan KH Idris Kamali mengejarnya ke Makkah. KH Tholhah Hasan mengatakan “Kiai H Idris Kamali sangat alim selevel dengan Syekh Muhammad Yasin Al-Fadani sebagai seorang musnid”.
Di antara tokoh yang pernah ngaji sorogan ke beliau adalah Prof Dr KH Thalhah Hasan, (alm) Prof Dr KH Ali Mustofa Yaqub, KH Ma’ruf Amin, Prof Dr KH Said Aqil Siradj, Prof Dr Djamaluddin Miri, KH Abdul Hayyie M Naim, KH Mustofa Mukhtar, dan sebagainya.
Malang, 27-04-2020
Semoga artikel Ulama Ahli Sanad yang Jadi Menantu KH Hasyim Asy’ari ini memberikan manfaat dan barokah untuk kita semua, amiin..
simak artikel terkait di sini
kunjungi juga channel youtube kami di sini
Penulis: Dr H Abdul Adzim Irsad, Malang, Alumnus Universitas Ummul Quro Makkah.
Editor: Muhammad