Ketika Sayyidah Aisyah Menghidangkan Makanan Kesukaan Rasulullah

Ketika Sayyidah Aisyah Menghidangkan Makanan Kesukaan Rasulullah

Posted on

Ketika Sayyidah Aisyah RA menghidangkan makanan kesukaan Rasulullah yaitu paha domba (kambing),

Rasulullah bertanya :

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

”Wahai Aisyah, apakah sudah engkau berikan kepada Abu Hurairah tetangga kita ?

Aisyah menjawab:

“Sudah ya Rasulullah.”

Kemudian Rasulullah bertanya lagi:

”Bagaimana dengan Ummu Ayman?”

Aisyah kembali menjawab:

“Sudah ya Rasulullah.”

Kemudian Rasulullah bertanya lagi tentang tetangga-tetangganya yang lain, adakah sudah di beri masakan tersebut, sampai Aisyah merasa penat menjawab pertanyaan-pertanyaan Rasulullah.

Tanda Rasulullah tidak pernah bosan untuk memberi dan tidak pernah kesal dan marah saat di minta. (Bagaimana dengan diri kita..?)

‘Aisyah kemudian menjawab:

“Sudah habis ku berikan, Ya Rasulullah … Yang tinggal apa yang ada di depan kita saat ini …”

Rasulullah tersenyum dan dengan lembut menjawab:

”Engkau salah Aisyah, yang habis adalah apa yang kita makan ini dan yang kekal adalah apa yang kita sedekahkan.”
(HR. At-Tirmidzi)

Rasulullah SAW bersabda:

Baca Juga >  Benarkah Aisyah Menikah Usia 9 Tahun?

“Kelak di hari akhirat manusia akan berkata, ‘Inilah harta bendaku! Padahal tidak ada harta benda yang di perolehnya di dunia kecuali tiga hal :

1. Apa yang ia makan akan keluar dari tubuhnya menjadi kotoran.

2. Apa yang ia pakai akan menjadi rusak.

3. Dan Apa yang di sedekahkan akan menjadi kebaikan yang kekal baginya.”

(HR. Muslim)

Demikian kisah ketika Sayyidah Aisyah menghidangkan makanan kesukaan Rasulullah. Hidup hidup dan berkeluarga antara Rasulullah dan Sayyidah Aisyah menjadi cermin bagi keluarga muslim saat ini untuk terus meningkatkan kualitasnya.

Melalui Aisyah, keluarga muslim mendapatkan banyak ilmu dan keteladanan dari Rasulullah dalam berkeluarga. Walaupun sudah berlalu ribuan tahun, tapi maknanya selalu sesuai dengan kondisi setiap jaman. Begitulah makna yang selalu disampaikan Rasulullah kepada umatnya.

Penulis: Maryam Agil.