Ketika Santri Belajar Membatik

Bangkitmedia.com, YOGYA – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, Batik EL JOGJAWI menggelar workshop membatik serta pameran batik sarung di halaman Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Hadi Yogyakarta, Selasa 29 Oktober 2024. Acara ini diselenggarakan untuk memperingati Hari Santri Nasional sekaligus upaya memperkenalkan kembali seni budaya kepada khalayak luas, khususnya santri.

Alin Adzka Nuha, salah satu panitia sekaligus crew dari Batik El Jogjawi, mengatakan, santri seharusnya turut mengambil andil dalam menjaga tradisi dan budaya, terlebih ini sudah menjadi warisan budaya yang berharga dan memiliki nilai yang sangat tinggi.

“Saya sendiri menganggap santri bagian dari garda terdepan dalam menjaga tradisi dan budaya, terkhusus batik. Apalagi banyak kiai yang memakai sarung batik lewat fashionnya. Jadi, teman-teman, khususnya santri ayo menjamurkan batik lewat cara kita berfashion,” katanya.

Alin juga bercerita hingga sebelum formulir pendaftaran workshop ditutup, tercatat ada 30 peserta yang terdiri dari kalangan santri di berbagai daerah Yogyakarta yang mengikuti kegiatan workshop membatik. Selain itu, kata dia, kegiatan batik ini juga didukung oleh sejumlah produsen batik yang sudah terkenal, salah satunya seperti Rumah Batik Lumbini.

Amin, selaku mentor workshop membatik mengungkapkan dirinya, merasa terkesan kepada para peserta. Menurutnya, para peserta saat diberi penjelasan hingga praktek banyak yang antusias dan paham dalam teknik membuat batik.

“Saat saya memberi penjelasan, mereka antusias dan memahami juga dalam teknik menyanting, mereka bisa melakukannya dengan baik,” ungkapnya.

Amin juga berharap, ke depannya bisa membuat planning secara matang agar peminat bisa lebih tahu tantang acara batik santri ini serta ingin memperkenalkan lebih dalam budaya ini, terkhusus bagi kaum santri.

“Semoga juga nanti ke depannya acara ini bisa lebih besar, tentunya dengan motif-motif baru. Keinginan saya, ke depannya memang kami sendiri (santri) yang membuat polanya, motif khas dari El Jogjawi, jadi benar-benar karya tangan santri sendiri, kalo yang sekarang ini kan beli cap jadi,” pungkas Amin.

Di sisi lain, Adzka turut senang, ternyata banyak santri dan warga Yogya yang masih ingin tahu tentang batik. Ia juga berharap acara seperti ini ke depannya tetap ada serta lebih banyak dukungan-dukungan dari berbagai pihak.

“Kalau harapan saya semoga acara ini akan tetap ada dan dipersiapkan lebih baik lagi, serta lebih banyak dukungan darii pihak-pihak terkait, karena ini tentang batik, punya kita sendiri jangan sampai diakui oleh negara lain,” jelas Adzka.  (Yusuf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *