Kabar Duka: Abah Guru Zuhdi Ulama Banjarmasin Wafat

Kabar Duka: Abah Guru Zuhdi Ulama Banjarmasin Wafat

Kabar Duka: Abah Guru Zuhdi Ulama Banjarmasin Wafat

Kabar duka menyelimuti umat Islam Kalimantan Selatan. Ulama Banjarmasin KH Ahmad Zuhdiannoor (akrab disapa Abah Guru Zuhdi) wafat pada Sabtu, 2 Mei 2020, sekitar pukul 06.43 WIB atau pukul 07.40 WITA di RS Medistra Jakarta.

“Ijin mengabarkan berita duka, Guru Zuhdi meninggal pagi ini dengan gagal napas dan gagal jantung, manusia berusaha Tuhan yang berkehendak. Mohon maaf untuk semua kekurangan selama merawat beliau,” kata Syaifullah Tamliha, anggota DPR RI Dapil Kalsel.

Syaifullah Tamliha mendapatkan kabar penyebab wafatnya Guru Zuhdi itu dari dokter yang menangani Guru Zuhdi di RS Medistra, Jakarta, yakni Dr Gunawan SPD.

Abah Zuhdi sejak dua hari dirawat secara intensif di RS Medistra Jakarta. Guru Zuhdi telah dilakukan pemeriksaan rapid tes Covid-19 dan hasilnya adalah negatif.

“Tidak ada kata selain rindu kepada beliau. Do’akan beliau dan semoga kita terkumpul bersama beliau di dalam surga berkat Rasulullah, para auliya dan orang-orang sholeh. Aamiin…!!!,” kata Muhammad Zainuddin bin H.AbdurRahman, santri Abah Guru Zuhdi.

Abah Guru Zuhdi dikenal sebagai sosok ulama’ yang santun dan menyejukkan. Beliau termasuk santri Abah Guru Sekumpul yang luar biasa. Gaya dakwahnya Guru Zuhdi terinspirasi dari cara dakwah Abah Guru Sekumpul yang selalu memberikan kasih sayang kepada siapa saja. Jama’ah Abah Guru Zuhdi sangat banyak, tersebar di berbagai penjuru Banjarmasin dan Kalimantan Selatan. Wafatnya Guru Zuhdi adalah duka mendalam bagi warga Kalimantan Selatan.

Demikian ulasan khusus terkait Kabar Duka: Abah Guru Zuhdi Ulama Banjarmasin Wafat. Semoga almarhum Guru Zuhdi husnul khotimah dan diterima amal sholehnya di sisi Allah SWT. Amiiin.

(Red/Bangkitmedia.com)

Baca pula artikel terkait

Ini kisah tentang karomah Guru Zuhdi yang menggetarkan hati.

Saat itu, Guru Rasyid Ridha perlu membeli besi WF untuk membangun asrama putri, dan biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli besi WF tersebut sekitar 600 juta. Kemudian Guru Rasyid Ridha menjual mobil BMW, dan hasil uang jual mobil serta tabungan pribadinya terkumpul dana sekitar 400 juta, masih kurang 200 juta lagi.

Sedangkan untuk pembelian dan pengiriman besi WF syaratnya harus lunas dulu. Beliau berdoa dan bertawasul dengan Abah Haji (Guru Zuhdi) semoga ada jalan dan dimudahkan jalannya.

Kemudian beliau menghadiri Majelis Guru Zuhdi yang jamaahnya para guru-guru. Setelah selesai majelis, Guru Rasyid Ridha dipanggil Guru Zuhdi.

“Rasyid ke belakang sebentar,” kata Guru Zuhdi.

“Inggih Bah,” jawab Guru Rasyid Ridha.

“Bagaimana besi asrama putri?,” tanya Guru Zuhdi.

“Inggih sudah ulun (saya) bayar 400 juta,” jawab Guru Rasyid.

“Berapa tersisa utang kamu?,” tanya Guru Zuhdi.

“Utang ulun (saya) tersisa kurang lebih sekitar 200 juta, doakan ulun (saya) guru, Insya Allah sekitar 1 minggu besi ini akan datang,” kata Guru Rasyid.

“Lunas utang kamu?,” tanya Guru Zuhdi kembali.

“Tidak guru,” jawab Guru Rasyid.

“Kenapa?” tanya Guru Zuhdi.

“Uangnya belum ada lagi,” jawab Guru Rasyid.

Kemudian Guru Zuhdi diam dan mejamkan mata sejenak sambil merokok, sekitar 10 menitan beliau membuka mata langsung mengucapkan, “Insya Allah dalam minggu ini utang kamu lunas dan bisa beli besi itu”.

“Inggih, terima kasih guru,” jawab Guru Rasyid.

Kemudian Guru Rasyid Ridha mengisi majelis di pasar lama, yaitu di Mesjid Al-Aman, Guru Rasyid bercerita tentang kekurangannya dalam membeli besi itu dan bermaksud meminta doa jamaah agar bisa lunasi hutang dalam pembelian besi tersebut.

Setelah balik kerumah, Pak H. Helman menelpon, dia bilang dia mendengar bahwa Guru Rasyid kekurangan dana sekitar 200jt untuk membeli besi WF, dan Pak H. Helman minta no rekening guru Rasyid.

Keesokannya Guru Rasyid menghadiri acara pengajian, setelah selesai acara Guru Rasyid melihat Pak H. Helman menelpon namun tidak terjawab. Kemudian Guru Rasyid membuka SMS, dan beliau terkejut melihat sms banking dengan pemberitahuan uang 200jt telah masuk direkening beliau. Kemudian Guru Rasyid langsung menelpon Pak H. Helman, dan menanyakan apakah ada menelpon beliau, ternyata dijawabnya benar oleh Pak H. Helman.

Kata Pak H. Helman ingin memastikan bahwa apakah uangnya sudah diterima oleh guru rasyid. Dengan begitu lunas lah utang Guru Rasyid yang tidak sampai dalam satu minggu, inilah salah satu karomah Guru Zuhdi yang diceritakan oleh Guru Rasyid Ridha.

itulah Karomah Guru Zuhdi yang Menggetarkan Hati. Sangat nyata, Guru Zuhdi mewarisi keilmuan Guru Sekumpul, sehingga ia begitu dicintai para jamaahnya. Dengan karomahnya itu, Guru Zuhdi adalah sosok ulama yang sejuk dan penuh kasih sayang kepada sesama.

(Mukhlis)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *