Warga nahdliyyin di Malang berduka. Salah satu tokoh NU, KH Buchori Amin wafat ketika memberikan ceramah dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Al-Ishlahiyah, Singosari, Malang, Sabtu (15/12). Innalillahi wainna Ilaihi Rojiun……
Belum 30 menit menyampaikan tausiahnya, hadirin dikejutkan oleh “keanehan” yang menimpa sang kiai. Saat duduk tegak, Kiai Buchori tiba-tiba terjengkang. Bersaman dengan itu, mikrofon yang pegangnya terlepas. Dan sejurus kemudian, tubuhnya jatuh bersandar di kursi.
Kiai Buchori wafat saat menjelaskan sebuah hadits berikut ini:
، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” أَنَّ رَجُلا قَالَ : طُوبَى لِمَنْ رَآكَ وَآمَنَ بِكَ ، فَقَالَ : ” طُوبَى لِمَنْ رَآنِي وَآمَنَ بِي ، ثُمَّ طُوبَى ، ثُمَّ طُوبَى ثُمَّ طُوبَى لِمَنْ آمَنَ بِي وَلَمْ يَرَنِي ” فَقَالَ رَجُلٌ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ” وَمَا طُوبَى ؟ قَالَ : ” شَجَرَةٌ فِي الْجَنَّةِ مَسِيرَةُ مِائَةِ سَنَةٍ ، ثِيَابُ أَهْلِ الْجَنَّةِ تَخْرُجُ مِنْ أَكْمَامِهَا ” .
“Sungguh sangat beruntung (bejo) orang yang melihatku dan beriman kepadaku.
Sungguh sangat beruntung (nuli bejo), sungguh sangat beruntung (nuli bejo), sungguh sangat beruntung (nuli bejo) bagi orang yg beriman padaku dan dia tidak melihatku….”
Belum sampai usai beliau menerangkan hadits tersebut, Allah memanggilnya, mempertemukan dengan kekasihnya, Muhammad SAW. Sungguh bejo….!
Kiai Buchori adalah Wakil Rais Syuriah PCNU Kabupaten Malang. Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT, dan perjuangannya dilanjutkan generasi penerusnya… amieeen…. (red)








