Santri pilkada

Ini Kiat Agar Anak Mau Mondok

Posted on

Sejumlah orang bertanya pada saya: gimana kiatnya agar anak saya mau mondok, ya?

Baik, saya ceritakan, ya. Semoga berguna buat anda semua. Amin.

Jujur, awalnya, saya harus katakan hal ini: saya heran. Sangat heran. Ini para orang tua hari ini pada mengalami masalah apa sih ya kok sampe terlihat kebingungan begitu menghadapi hal sesederhana itu. Aneh to. Sungguh ini hal yang amat terang jawabannya karena ya memang sangat sederhana.

Begini. Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan.

NU Care LazisNU Jogja KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Pertama, namanya orang tua sudah pasti adalah berumur banyak. Artinya, ya tua. Mau berapa pun umurnya, niscaya tua. Entah itu mas iqbal, dokter alim, mas alfi, mas gun, mas haryo, apalagi cak andhi, bu nia, mbak erin, dll., ya tua. Tua adalah tua saja. Sesederhana ini masak iya masih membingungkan? Sungguh saya tak paham dengan pola pkirnya.

Ini penting betul untuk dipahami dengan genah demi kemulusan langkah berikutnya.

Kedua, kenali anak. Betul, mau lulusan sd atau smp, sebgai orang tua, anda harus kenal anak anda. Sungguh tak lucu bila anda kok tak bisa menjawab dengan otomatis saat ditanya: siapa nama anaknya, Pak?

Baca Juga >  Rahasia Ilmu Laduni Syekh Abdul Qadir Al-Jailani

Terakhir, ketiga, ibi finalnya. Mohon sabar sedkkit ya di bagian ini, karena boleh jadi anda akan tersentak dikarenakan poin ini sejatinya telah ada pada diri anda sendiri tatkala bertanya: bagaimana kiat agar anak mau mondok, ya?

Saya serius. Sangat serius. Dapat dipastikan anda akan lalu mengangguk-angguk membenarkan saya bahwa benar ternyata jawabannya telah ada pada diri anda sendiri.

Mau tahu?

Baik. Pendek saja –sebelum itu, saya ucapkan terima kasih atas kesabaran anda membaca informasi emas ini dan mohon maaf lahir batin kepada semuanya– bahwa kiatnya sesederhana berikut ini:

“Mbuhyo, aku dewe yo ra weruh. Mosok ndadak nambah mikiri takone sampeyan lho….”

Tabik.

Penulis: KH Dr Edi Mulyono, wakil Ketua LTN PWNU DIY.