Beberapa bulan yang lalu saya melihat postingan foto Tribowo Budi Santoso (eMbah Nyuts) di bawah ini dengan caption, “Gus.. astanipun ampun kesesa ditarik nggih.. suwun.. *cekrek* -alhamdulillah ….”
Saya langsung ngekek. Lucu. Kreatif. Sekalipun berlebihan. Nggak habis pikir dengan ulah si santri. Tapi menghibur.
Melihat postingan tersebut, Gus Muwafiq (@Jannur Ahmad) ikut komen, “Kulo ngguyu ningali gaya santri zaman now…..cuman iki sopo sing poto lan sing moto…aku gak ngerti”
Sekrol ke bawah, ternyata Ning Ienas(Mbak Admin Ngaji Ihya’) ikut berkomentar, “Eh aku pernah lihat orang yg salaman sama Abah(Gus Mus) trs selfie…ya mirip begini ini adegannya…hihihi”
Gus Muwafiq komen lagi di komennya Ning Ienas, “Nggih ning…santri zaman now cen ngaten”
Yang bikin tambah mules perut karena terpingkal-pingkal adalah komennya Gus Mus di postingan ini, “Ada yang salimnya berulang-ulang, karena kawannya yang ngambil fotonya ‘kurang sigap’. 😀”
Tawa saya pecah saat Gus Muwafiq komen di komennya Gus Mus, “Nggih yai….nate kancane di keplak gara2 telat moto”
Membayangkan batapa si santri ngeplak temannya yang telat njepret, saya makin terpingkal-pingkal sendirian. Lalu membayangkan wajah santri yang dikeplak, tambah mules perutku karena tawa yang tak habis-habis.
_____
Tingkah Santri Zaman Now memang luar biasa. Bisa menghibur para kiai dan bu nyai zaman now: Gus Muwafiq, Bu Nyai Ienas, bahkan Gus Mus.
Begitulah adanya, ada-ada saja tingkah santri yang bisa bikin kita tertawa.
Karena ngaji itu berat dan harus istikamah, harus menghafal dan terus belajar, maka melucu sangat membantu untuk tetap waras. Kalau nggak NU, memang sulit untuk diajak melucu. Kalau bukan NU, siapa lagi yang bisa melucu.
(Sumber: sabak.or.id)








