Ini Cara Menyembelih Hewan Kurban yang Benar

Bangkitmedia.com, YOGYA – Dalam menyembelih hewan kurban tidak boleh dilakukan secara sembarang, tetapi harus mematuhi aturannya, sehingga dalam berkurban sah dan dagingnya ketika dikonsumsi halal dan sehat. Kemudian dagingnya juga harus ditangani secara benar, termasuk kalau mau diawetkan di freezer.

Mengenai aturan penyembelihan hewan kurban, pengurus Lembaga Pengembangan Pertanian PWNU DIY Sufiyan Tsauri, M.Ag. Menjelaskan, titik sembelih harus tepat, yaitu 2 cm di bawah jakun. Selain itu pisau yang untuk menyembelih harus memutus jalan nafas (hulqum/tenggorokan), memutus jalan makan (mari/kerongkongan), dan memutus dua urat nadi saluran darah (wadajain). Sedang juru sembelihnya, sebelum menggerakkan pisau untuk menyembelih harus mengucapkan ‘bismillahi rohmanir rohim’.

Aturan menyembelih hewan kurban ini dipaparkan Sufiyan Tsauri pada pengajian rutin Ahad Kliwon di Aula PWNU DIY Jalan MT Haryono No. 40 Mantrijeron Yogyakarta, Ahad 1 Juni 2025.  Sebelumnya Ketua PWNU DIY Dr. KH Ahmad Zuhdi Muhdlor SH MHum menjelaskan pentingnya membahas masalah hewan kurban, baik mengenai penyembelihannya maupun hal-hal lain yang terkait.

Pada kesempatan ini Sufiyan Tsauri juga menjelaskan apa yang harus dilakukan setelah hewan kurban disembelih. Menurutnya, harus dipastikan dulu kurban hewan kurban sudah mati sebelum dipindahkan/dilepas ikatan kakinya. Cara mengdentifikasi kematian hewan antara lain memastikan sudah tidak ada darah yang mengalir dari pembuluh darah. Kemudian refleks mata sudah tidak berkedip. Lalu syaraf ekor ditekuk dan syaraf tengah kuku dirangsang. Setelah ada kepastian tidak ada respons, hewan kurban bisa mulai diseset.

Setelah itu yang perlu dilakukan adalah membersihkan lokasi penyembelihan dari darah dan kotoran sebelum hewan berikutnya dibawa ke tempat menyembelih. Untuk itu hindari kontaminasi tanah atau kotoran ke bekas penyembelihan. Segera cuci dan bilas bilah yang digunakan agar tidak berkarat dan menghilangkan najis. Olesi pisau yang sudah bersih dengan minyak mesin jahit, agar tidak karatan selama disimpan.

Diungkapkan juga ada sejumlah kesalahan yang sering terjadi dalam penyembelihan. Antara lain handung dengan kasar, pisau tidak tajam, posisi kepala hewan masih tertunduk, sayatan mepet dagu. Penyembelih terlalu pede tapi tidak menguasai teknik. Tidak mengikat kuat kaki dan kepala sapi, terlalu banyak anggota tim dan belum mati sempurna tapi sudah dipotong-potong.

Mengenai penanganan karkas, Sufiyan Tsauri menjelaskan, arkas harus digantung dan tidak boleh menyentuh tanah. Proses pisah tulang (deboning) dilakukan dengan posisi karkas digantung. Gunakan pisau khusus untuk deboning. Jaga ketajaman pisau dengan honing (pengasah khusus). Gunakan sarung tangan tahan sayat (minimal tangan kiri)

Sementara itu penanganan daging, gunakan meja yang dialasi plastik tebal. Pisau tajam dan bersih. Potongan daging dimasukkan ke wadah tertutup, lalu ditimbang.  Daging segera didistribusi (kurang dari dua jam). Daging segera masukkan kulkas dalam kondisi sekering mungkin (tidak basah), gunanya untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan memperpanjang masa lama simpan. Daging disimpan pada suhu 0’C (freezer).

Cara menyimpan daging kurban, jangan menyimpan daging utuh 2-4 kg di dalam freezer. Karena itu perlu dipotong-potong ukuran kecil-kecil. Sebelumnya daging jangan dicuci. Gunakan kantong plastik bening untuk membungkus daging.  Sebelum disimpan di freezer, daging disimpan dulu di dalam kulkas yang sejuk selama 4-5 jam.

Apabila daging beku ingin dimasak, jangan gunakan air panas untuk mencairkannya. (Lutfi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *