kiai Nafi' abdillah

Ini Cara Mempertahankan Barokah Menurut KH Nafi’ Abdillah Kajen

Posted on

Barokah itu adalah ziyadatul khoiri, tambah-tambah bagusnya, tambahnya kebaikan.

Demikian ditegaskan almarhum KH Ahmad Nafi Abdillah Kajen dalam acara Akhirussanah & Pelepasan Mutakhorrijin-Mutakhorrijat Perguruan Islam Mathali’ul Falah Periode 2014/2015, Kajen Pati Jawa Tengah, 09 Juni 2015.

Kiai Nafi’ mencontohkan barokah dengan siswa-siswi (banin-banat) yang kurang bisa memahami pelajaran nahwu dan sorof, namun mereka bisa membaca kitab kuning dengan benar saat qira’ah.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

“Ini contoh minimal barokah itu. Nahwu gak iso, sorof yo ora iso, nek qiroah kon moco kok yo iso bener. Nek wes bar moco, ditakoki niku yo longak-longok (nahwu gak bisa, sorof gak bisa, tapi kalau (mereka) disuruh membaca (kitab kuning) kok bisa benar bacanya. Namun kalau sudah selesai membaca, mereka ditanyain tidak bisa menjawab),” katanya.

Lebih lanjut, Direktur Perguruan Islam Matholiul Falah ini menegaskan bahwa ada cara untuk mempertahankan barokah. Menurut beliau, barokah bisa dipertahankan dengan cara mensyukuri setiap nikmat yang diberikan Allah kepada seseorang secara terus menerus.

Baca Juga >  Rahasia Ilmu Laduni Syekh Abdul Qadir Al-Jailani

“Semua anggota badan itu nikmat. Untuk mempertahankan barokah itu, harus selalu kita (menggunakan semua anggota badan tersebut untuk) mengamalkan amaliyah-amaliyah yang baik dan diridhoi oleh Allah SWT,” jelas Kiai Nafi’.

Untuk melaksanakan amalan baik, lanjut Kiai Nafi’, seseorang harus memaksa dirinya agar bisa terlaksana dengan istiqomah.

“Kalau kita tidak memaksa untuk melakukan amaliyah-amaliyah yang  baik. Maka tidak akan kita bisa melakukan dan tidak akan kita bisa istiqomah,” dawuh beliau.

*Sumber berita ini adalah rekaman audio yang diunggah oleh Muhammad Wafiq Hidayat pada 02/06/2016 di  soundcloud.com dengan judul file “Mau’idloh KH. Ahmad Nafi’ Abdillah pada acara Silaturrohim Akhirussanah & Pelepasan Mutakhorrijin-Mutakhorrijat Perguruan Islam Mathali’ul Falah Periode 2014/2015. Kajen, 09 Juni 2015.”