Humor Gus Dur: Pisang Goreng Aktual
Kyai Haji Abdurrahman Wahid atau yang akrab dipanggil Gus Dur lahir di Jombang, Jawa Timur pada tanggal 7 September 1940. Ia lahir dengan nama Abdurrahman Adakhil yang berarti sang penakluk. Karena kata “Adakhil” tidak cukup dikenal, maka diganti dengan nama “Wahid” yang kemudian lebih dikenal dengan Gus Dur. Gus adalah panggilan kehormatan khas Pesantren kepada seorang anak kiai yang berarti “abang atau mas”.
Gus Dur adalah anak pertama dari enam bersaudara. Ia lahir dari keluarga yang cukup terhormat. Kakek dari ayahnya, K.H. Hasyim Asyari, merupakan pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Sementara itu kakek dari pihak ibu, K.H. Bisri Syansuri, adalah pengajar pesantren pertama yang mengajarkan kelas pada perempuan. Ayahnya K.H. Wahid Hasyim merupakan sosok yang terlibat dalam Gerakan Nasionalis dan menjadi Menteri Agama tahun 1949, sedangkan ibunya Ny. Hj. Sholehah adalah putri pendiri Pondok Pesantren Denayar Jombang.
Saat ramai-ramai gerakan penjatuhan Gus Dur dari kursi Presiden tahun 2001, orang-orang NU di Madura terus mengawasi berita-berita di TV, mengikuti perkembangan. Hampir tiap detik, TV mereka awasi. Termasuk kiai-kiai Madura, sambil melihat TV, mereka berdiskusi, lalu menerangkan pada santrinya.
Seorang kiai berpesan, “Kalian jangan sampai meninggalkan berita aktual tentang Gus Dur ya,? harus selalu diawasi.” Berulang-ulang pesan itu disampaikan sang kiaipada santrinya.
Setelah acara usai, H. Mardun salah seorang santri-nya, bertanya.
“Apa artinya aktual itu, Kiai? Saya kok bingung-bingung tak yeh?
“Ooh, aktual itu artinya sedang panas-panasnya atau sedang hangat-hangatnya,” kata kiai, rupanya mengerti kata agak ilmiah.
“Oooh, begitu ya, Kiai,” jawab H. Mardun sambil manggut-manggut pertanda paham.
Seminggu kemudian, H. Mardun menjadi tuan rumah acara istighosah dalam rangka memanjatkan doa pada Allah Swt agar bangsa Indonesia diberi keselamatan, termasuk Gus Dur.
Setelah acara selesai, segera hidangan dikeluarkan, termasuk pisang goreng.
Lalu sebagai tuan rumah, H. Mardun mempersilahkan para tamu memakan hidangan kecil itu.
“Mari silahkan, para kiai dan para bapak.! Pisang gorengnya langsung dimakan mumpung masih Aktual.”
Para kyai serempak terkekeh-kekeh, sementara H. Mardun bengong.
Demikian Artikel Tentang Humor Gus Dur: Pisang Goreng Aktual, Semoga Memberi Kita Manfaat Kepada Kita Semua.
Simak juga Artikel humor lainnya di sini
Simak juga vidio tentang perkembangan terbaru para habaib, ulama, dan kiai NU di channel Bangkit TV.








