Gus Dur

Humor Gus Dur: Kisah Presiden RI Dihantui Penyakit Gila

Posted on

Ini adalah humor Gus Dur di depan Fidel Castro. Ketika itu Gus Dur berkunjung ke negara Kuba. Kepada Castro, Gus Dur menyatakan bahwa semua presiden Indonesia itu punya penyakit gila.

“Presiden pertama Bung Karno gila wanita,” kata Gus Dur.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

“Lalu presiden yang kedua?” tanya Castro.

“Kalau yang itu gila harta,” kata Gus Dur sambil nyengir.

“Kalau presiden yang ketiga bagaimana?” Castro terus mengejar.

“Wah, dia sih gila ilmu, gila teknologi.”

“Kalau yang keempat,” Castro bertanya sambil tersenyum.

“Itu berarti saya ya…,” kata Gus Dur sambil terkikik. “Kalau presiden yang keempat sih sering membuat orang gila karena yang memilihnya juga orang-orang gila.”

Gus Dur dan Castro ngakak bersama-sama. Sebelum tawa Castro reda, Gus Dur langsung bertanya.

“Yang Mulia Presiden Castro termasuk yang mana?”

Saya termasuk yang ketiga dan keempat,” jawab Castro sambil tertawa.

Baca Juga >  Selalu Berusia 15 Tahun: Kasih Sayang Kyai Ali Maksum Kepada Putrinya

Gus Dur bercerita, beberapa presiden bertemu dan berbincang. Mereka saling bertanya tentang impian kemajuan negara masing-masing di hadapan Tuhan.

Ronald Reagen (AS), ” Tuhan, kapan negara kami makmur?” Tuhan jawab,” 20 tahun lagi”. Presiden AS menangis.

Lalu, giliran Presiden Syarkozy (Prancis), ” Tuhan, kapan negara Prancis makmur?”

Tuhan menjawab pun menjawab,”25 tahun lagi.” Mendengar jawaban Tuhan itu, Presiden Prancis menangis.

Tony Blair ( PM. Inggris ). ” Tuhan, kapan negara Inggeris bisa makmur”, Tuhan menjawab,” 20 tahun lagi”, PM. Tony Blair ikut juga menangis.

Nah, sekarang, gantian Presiden Indonesi yang bertanya. ”Tuhan, kapan negara Indonesia bisa makmur?”

Tuhan diam sejenak. Ternyata Tuhan tidak jawab, gantian Tuhan yang menangis.

*Tulisan ini sepenuhnya diambil dari buku Guntur Wiguna, Koleksi Humor Gus Dur (Yogyakarta: Narasi, 2015).