Humor Gus Dur: Ketika Polisi Kalah Debat dengan Tukang Becak Madura
Sosok Gus Dur selalu membuat warga Madura bisa tersenyum bahagia. Setiap datang ke Madura, Gus Dur selalu dielu-elukan ribuan warga yang mengerubunginya. Selain mendapatkan ilmu dan kisah-kisah menyegarkan, warga Madura juga yakin bisa mendapatkan berkah kalau bisa dekat bersama Gus Dur.
Karena saking lekatnya ini, Gus Dur suatu ketika berkisah tentang seorang tukang becak Madura yang menggemaskan. Tukang becak dalam kisah ini selalu punya akal dan cerdik dalam setiap gerak langkahnya, termasuk ketika berdebat dengan seorang polisi.
Saat itu, kisah Gus Dur, seorang tukang becak asal Madura nyelonong saja memasuki kawasan “becak dilarang masuk”. Melihat ulah yang tanpa dosa itu, seorang polisi melihatnya dan kemudian datang menyemprit tukang becak agar segera berhenti.
“Hai pak tukang becak, apa kamu tidak lihat gambar itu? Becak tidak boleh masuk jalan ini!,” kata polisi dengan nada membentak.
“Ooooh… iya, saya lihat kok pak. Tapi coba kita amati dulu pak. Itu kan gambarnya becak tidak ada orangnya. Lha ini becak saya ada orangnya, berarti kan boleh masuk,” jawab tukang becak itu dengan tetap santai.
“Kamu ini bodoh ya. Kamu memangnya tidak bisa baca ya? Itu kan sudah jelas, di bawah gambar tertulis dengan sangat mudah dipahami: becak dilarang masuk!,” kata pak polisi makin membuncah marahnya.
“Oh iya, pak. Saya tidak bisa baca, pak. Kalau saya bisa baca, ya saya pasti sudah jadi polisi seperti sampeyan. Bukan jadi tukang becak begini ini,” jawab tukang becak.
Tak berkutik, polisi itu akhirnya mundur teratur. Kalah debat dengan tukang becak asal Madura. (red/Bangkitmedia.com)
Demikian Humor Gus Dur: Ketika Polisi Kalah Debat dengan Tukang Becak Madura. Semoga menghibur.








