YOGYAKARTA, BANGKITMEDIA
Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Sosiologi Agama (SA), UIN Sunan Kalijaga menggelar seminar bedah buku “Kritik Ideologi Radikal” pada Rabu, 9 Oktober 2019. Seminar yang diselenggarakan di Gedung R.H.A Soenarjo,S.H (Convention Hall) Lantai 2, UIN Sunan Kalijaga itu tampak meriah. Ratusan mahasiswa dari berbagai disiplin keilmuan tampak antusias mengikutinya.
Buku yang diterbitkan oleh Lawang Songo Lirboyo tersebut memiliki tebal 453 halaman. Buku karya Tim Afkar Lirboyo itu diperkenalkan pertama kali pada Oktober 2018. Latar belakang disusunnya buku tersebut adalah prediksi semakin maraknya isu-isu agama. Terutama pada Pilgub DKI yang mulai menjadikan agama sebagai dagangan.
“Dari dulu, gerakan radikal selalu menampakkan isu-isu agama sebagai legalitas dari aksi-aksi mereka,” Terang AR. Hakim Syadzali, salah satu penulis buku.
Ketua DEMA Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Misbahul Wani mengatakan kegiatan bedah buku tersebut bertujuan agar mahasiswa mempunyai cara berpikir yang positif. Untuk mewujudkannya, maka diperlukan forum diskusi. Salah satunya melalui kegiatan seminar.
Misbah menambahkan, mahasiswa harus bisa berguna bagi masyarakat.
“Agar kita tidak hanya baik secara personal, tetapi juga mampu memberikan pengaruh baik kepada masyarakat,” tuturnya.
Mahasiswa asal Madura itu menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan kali kedua HMPS Sosiologi Agama menggelar seminar kebangsaan. Sebelumnya, mereka telah melaksanakan seminar kebangsaan dengan tema “Kebijakan Politik Berbasis Agama dalam Konteks Masyarakat Multikultural,” pada 17 September 2019 silam.
Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. KH. Yudian Wahyudi, M.A.,Ph.D. mengapresiasi karya santri PP.Lirboyo itu. Menurutnya buku tersebut adalah bukti kebangkitan tradisi menulis di lingkungan pesantren.
“(Selama ini) kelemahan orang-orang pesantren… (yaitu) mereka terlatih menghafal tetapi tidak terlatih menulis, maka yang terancam DO (Drop Out)… itu rata-rata orang pesantren.”, ujarnya yang menjadi pembicara kunci.
Ia berharap ke depannya santri bisa lebih banyak lagi melahirkan karya-karya dalam bentuk tulisan.
Pembicara lain yang hadir dalam seminar tersebut adalah Rektor UIN, Prof. KH. Yudian Wahyudi (keynote speaker), Dr. Abdur Rozaki (Pembahas), Gus Irwan Masduqi (Pembanding), serta AR. Hakim Syadzali dan Alfanul Makky (penulis). (Iwan Hantoro/Rn)
*Penulis adalah mahasiswa KPI UIN Sunan Kalijaga yang sedang Magang Profesi di Majalah Bangkit dan Bangkitmedia.com








