Amalan Cepat Dapatkan Pasangan Ijazah dari Gus Mus

Haul Krapyak, Gus Mus : Santri Jangan Pernah Berhenti Belajar!

Posted on

Berita NU, BANGKITMEDIA.COM

KRAPYAK- Di kota-kota besar, saat ini banyak yang mengatakan kembali kepada al-Qur’an dan Hadits. Jangan ikut kiai saja. Tapi nyatanya ini malah kembali kepada terjemah al-Quran dari Kementerian Agama. Itu malah dibuat fatwa. Ini harus diluruskan, yakni kembali kepada al-Quran dengan ngaji jadi santri di pesantren.

Demikian ditegaskan KH A Mustofa Bisri (Gus Mus) dalam acara Haflah Khatmil Qur’an dan Haul Simbah Nyai Hj. Salimah Munawwir ke-51 dan Simbah KH. Dalhar Munawwir ke-9 di Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek Nurussalam, Krapyak, Yogyakarta, Sabtu (20/10).

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

“Bukti menyatakan bahwa yang tidak ngaji, atau berhenti belajar tentang Islam, itu kebanyakan malah membuat masalah di masyarakat. Itu malah tambah membuat fatwa. Para kiai Krapyak yang luar biasa di sini, Kiai Ali Maksum, Kiai Abdul Qodir, Kiai Dalhar, Kiai Zainal,  dan lainnya tidak pernah memberi fatwa. Saat ini, anak-anak baru kemarin sudah memberi fatwa,” tegas Gus Mus yang juga Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh Rembang.

Makanya, lanjut Gus Mus, para santri jangan pernah berhenti belajar. Boleh berhenti mondok, kuliah, tapi jangan pernah berhenti belajar. Orang itu akan tetap pandai kalau tidak berhenti belajar. Kalau sudah berhenti belajar karena merasa pandai, itu mulai bodoh.

Baca Juga >  Keistimewaan Ilmu Laduni: Kisah Unik Gus Dur dan Gus Mus

“Cirinya apa yang berhenti belajar itu? Kagetan dan gampang fatwa. Ada selametan kaget, ada tahlilan kaget, ada ziarah kubur kaget, ada sedekah laut kaget, ada Islam Nusantara kaget. Semua serba kaget,” tutur Gus Mus yang pernah menjadi Rais Aam PBNU 2014-2015.

Orang pesantren itu, kata Gus Mus, beragama dengan santai dan menyenangkan. Kalian melihat para kiai Krapyak itu sudah sangat menyenangkan, apalagi kalau para kiai itu sudah berkata. Saat ini, banyak yang baru bicara, malah membuat orang mules.

“Orang tua harus bersyukur karena digerakkan Allah mau mondokkan anaknya di pesantren,” tegas Gus Mus.

“Saya datang di Krapyak ini adalah sowan. Saya juga ucapkan selamat atas capaian khatam al-Quran bil Hifdzi maupun bin Nadzar. Kemudian lanjutkan dengan memahami al-Quran. Karena memahami al-Quran itu sangat penting,” demikian Gus Mus berpesan kepada kepada para santri dan wali santri. (mm)