Bangkitmedia.com, JAKARTA – Dengan semakin dekatnya pelaksanaan Muktamar NU ke-35, yang akan digelar antara Juli-Agustus 2026 nanti, sampai saat ini sudah bermunculan kandidat calon-calon Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031. Nama-nama yang muncul baik dari para tokoh yang saat ini sudah menjabat di PBNU maupun tokoh-tokoh di luar kepengurusan.
Terkait hal ini, Institut Nahdliyin Nusantara (Insantara) sudah melakukan survei nasional Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 pilihan Pengurus dan Warga NU. Survei dilakukan secara daring pada 20 Februari-15 Maret 2026.
Dalam rilisnya, Insantara menjelaskan, survei ini mencoba memetakan kandidat potensial Ketua Umum PBNU dan masalah-masalah mendesak yang harus diselesaikan PBNU jelang Muktamar ke-35 NU. “Populasi survei ini adalah 70% mewakili warga NU dan 30 % mewakili Pengurus NU di tingkatan PWNU dan PCNU se-Indonesia,” demikian pernyataan Insantara dalam rilisnya, Kamis (19/3/2026).
Dalam simulasi semi terbuka 13 nama kandidat potensial Ketua Umum PBNU, dengan pertanyaan “Jika Muktamar NU diadakan sekarang ini, siapa yang akan anda pilih sebagai Ketua Umum PBNU di antara nama-nama berikut ini?”
Nama KH Imam Jazuli muncul yang teratas dengan perolehan 26,1%, disusul nama KH Marzuqi Mustamar dengan perolehan 22,6%, dan dilanjutkan nama KH Yusuf Chudlori dengan 17%, kemudian nama KH Yahya Cholil Staquf dengan 9.8%, nama KH Zulfa Mustofa dengan 4.6%, dan KH Abdussalam Shohib dengan perolehan 4.2%.
Setelahnya, berturut-turut nama-nama seperti Prof KH Nasaruddin Umar (4.0%), KH Syaifullah Yusuf (3.6%), H Nusron Wahid (2.1%), Prof KH Nuh DEA (1.9%), KH Abd Ghaffar Rozin (1.3%), KH Juhadi Muhammad (1.3%), dan KH Abd Hakim Mahfudz (1.3%).
Survei dengan metode multistage random sampling ini memiliki responden 5.900 orang mewakili pengurus dan warga NU. Margin of error-nya sekitar 3% pada tingkat kepercayaan 95 persen. (Lutfi)
Hasil Survei Insantara, Muncul 13 Kandidat Calon Ketua Umum PBNU









Kh Aqil Siradj
Ketum KH. Marzuqi Mustamar
Rois Am KH. Said Aqil Siradj. MA
Secepatnya klo perlu sblm April
Secepatnya , Organisasi NU sudah jatuh cepat selamatkan