Bangkitmedia.com, PIYUNGAN – Berkhitmah di Muslimat NU adalah bentuk pilihan ‘jalan kebaikan’ yang afdhol, dibanding kebaikan lainnya. Menurut Nyai Hj. Siti Arifah (Pengasuh Pondok Pesantren Rohmatul Ummah, Kretek Bantul), ibu-ibu pengurus dan jamaah Muslimat NU akan lebih bermanfaat kesehariannya karena berinteraksi dengan masyarakat langsung.
“Seperti hari ini PAC Muslimat NU Piyungan mengadakan Bazaar dan pemberian bingkisan kepada anggota yang sangat membutuhkan. “Khoirunnas anfauhum linnas” sebaik-baik orang adalah yang bermanfaat kepada orang lainnya”, Katanya.
Khusu ’ dalam beribadah adalah perbuatan baik, tapi hanya kembali pada dirinya sendiri. Sangat berbeda ketika kita mempunyai aktivitas sosial seperti mengajak untuk dermawan, gemar membantu orang lain, baik berupa harta, pikiran, tenaga dan lain sebagainya. Pasti akan dirasakan secara langsung oleh masyarakat luas dan organisasai kita bisa berkembang dan Lestari karena kehadirannya bermanfaat untuk semua lapisan masyarakat.
“Ini adalah salah satu rahasia berkembangnya jamiyyah Nahdlatul Ulama yang didirikan Mbah Hasyim Asy’ari, Mbah Wahab Hasbullah, Mbah Bisri Sansuri, Mbah Raden Asnawi Kudus, dan kyai-kyai lainnya.” Ungkapnya.
Hal tersebut disampaikan dalam rangka pengajian rutin PAC Muslimat NU Piyungan sekaligus memperingati Harlah Muslimat NU ke -79, di Masjid Mutihan, Srimartani, Piyungan, Bantul, DIY. Sabtu, 11/05/2025.

Lebih lanjut Ketua PC Muslimat NU Bantul, drg. Hj. Siti Roikhana Munawaroh, MPH, dalam sambutannya mengharapkan peningkatan kualitas para kader dan aktivis Muslimat NU, agar bisa mengisi ruang-ruang kosong untuk tampil memperkuat peran perempuan di berbagai aspek kehidupan dengan bidang-bidang yang ada di struktur kepengurusan Muslimat NU.
“Perindungan perempuan dan anak di Bantul sudah komplit perangkatnya, namun di lapangan masih terkendala stigma masyarakat. Masih banyaknya angka pernikahan dini, hamil di luar nikah, dan perceraian selalu meningkat dari tahun ke tahun, adalah ‘pekerjaan rumah’ Muslimat NU Bantul,“ tandasnya.
“Untuk PAC Muslimat NU Piyungan sudah sangat membanggakan, namun tetap harus terus berkonsolidasi dan membentuk kepengurusan Muslimat sampai Anak Ranting”, Pintanya.
Ana Masruchah, S.Pd (Ketua PAC Muslimat NU Piyungan) membakar semangat seluruh jamaah untuk tetap melestarikan tradisi kaum Nahdliyyin, seperti pengajian rutinan, tahlilan, ziarah kubur, slametan dan lain-lain, jangan takut dibilang bid’ah. Karena yang bilang bid’ah adalah mereka yang tak mengetahui hikmah di balik amaliyah ini. (Kontributor Arif Faozi, MWC NU Piyungan)








