habib basirih banjar

Habib Basirih Kalimantan Selamatkan Kapal Karam Dengan Gayung

Posted on

Habib Basirih Kalimantan Selamatkan Kapal Karam Dengan Gayung.

Habib Hamid bin Abbas Bahasyim atau yang lebih dikenal dengan sebutan Habib Basirih adalah keturunan Nabi Muhammad SAW yang berdakwah di daerah kawasan Banjarmasin.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Tidak hanya masyarakat kota Banjarmasin yang mengetahui popularitas habib Hamid bin Abbas Bahasyim, melainkan juga orang-orang diluar kota Banjarmasin. Makam beliau sering disebut dengan Kubah Habib Basirih, yaitu sebuah makam keramat.

Seorang Wali pasti memiliki karomahnya masing-masing, seperti halnya yang dimiliki oleh Habib Basirih. Kata karamah, berasal dari kata karuma-yakrumu-karamatan, yang berarti kemuliaan, keutamaan atau kesucian. karamat secara bahasa berarti al-ikram (kemuliaan atau penghormatan), at-taqdir (penghargaan), dan al-wala (persahabatan atau pertolongan)

Karamah dapat dibagi menjadi dua kategori ‘am (umum) dan khas (khusus). Karamat dalam pengertian umum adalah keutamaan yang diberikan Allah kepada seluruh manusia. Sedangkan kata karamat secara khusus berarti penghormatan, kemuliaan dan keutamaan serta kelebihan yang dianugerahkan Allah terhadap hamba-hamba-Nya yang saleh, senantiasa menjalankan syariat Islam dengan istiqomah dan juga menjauhi segala bentuk maksiat yang telah digariskan Allah lisan Nabi-Nya.

Dalam hal karomah, maka ada beberapa karomah beliau yang masyhur di masyarakat Banjar. Yaitu; pada zaman Jepang, Habib Basirih keluar dari khalwatnya. Sejumlah kelakuan beliau yang sulit dipahami sebagai pekerjaan kewalian, beliau menyelamatkan orang lain.

Suatu hari, beliau dengan menggunakan gayung, Habib Basirih memindahkan air dari satu tempat ketempat lain. orang-orang menilai pekerjaan itu sebagai perbuatan tak berfaidah.

Dengan cara tersebut Habib Basirih menyelamatkan kapal penumpang yang nyaris karam dilaut. Tak berapa lama seusai kejadian itu, ada orang yang datang kerumah Habib Basirih seraya mengucapkan terimakasih karena kapal yang mereka tumpangi itu diselamatkan oleh Beliau. Padahal, Habib Basirih tidak kemana” di rumah saja. Mungkin ini yang dinamakan karomah sent an Waliyullah.

Baca Juga >  Rahasia Tingginya Derajat Kewalian Imam Aswaja Syekh Junaid Al-Baghdadi

Kisah lainnya, beberapa pria dari atas perahu melintas di depan batang Habib Basirih. Mereka membuly Habib Basirih saat beliau sedang mandi diatas batang. Gerak-gerik Habib Basirih yang ganjil membuat mereka mengeluarkan ucapan yang tidak sopan dan terkesan kata-kata yang kotor. Tiba-tiba perahu mereka menabrak tebing sisi sungai dan kandas.

Cerita lain, yg masyhur beredar di basiri, seorang pedagan ikan berperahu tidak mau singgah di panggil Habib Hamid. Si pedagang berpikir tidak mungkin habib basirih membayar dagangan nya. Akibat nya selama 1 hari penuh tidak ada satu pun barang dagangan pedagang ikan tersebut laku.

Sementara pedagang lain yang mendekati pangilan Habib Basirih.berkayuh ke rumah lebih cepat kerena dagangan nya hari itu cepat laku.

Habib hamid banyak mengungkapkan sesuata dengan bahasa perlambang ( isyarat ). Suatu ketika hadir seorang tentara jepang menjumpai Habib Basirih. Jepang itu berjanji sesudah urusan nya selesai di makasar akan kembali membawa Habib Basirih ke RS jiwa.

Setelah pergi meninggal kan Habib Basirih pesawat orang jepang itu jatuh dalam perjalanan ke makasar.

Demikian artikel tentang Habib Basirih Kalimantan Selamatkan Kapal Karam Dengan Gayung. Semoga bermanfaat.

Sumber cerita: Syarifah Khadijah Binti Habib Hasan Bahasyim.70 tahun, Cucu Habib Basirih