Gus Zaki Tebuireng Setia Menyebarkan Karya Hadratusysyaikh KH Hasyim Asy'ari

Gus Zaki Tebuireng Setia Menyebarkan Karya Hadratusysyaikh KH Hasyim Asy’ari

Posted on

Gus Zaki Tebuireng Setia Menyebarkan Karya Hadratusysyaikh KH Hasyim Asy’ari.

Cucu Hadlratussyaikh KH M Hasyim Asy’ari wafat. Gus Zakki, sapaan akrab KH Muhammad Zakki Hadziq wafat, meninggalkan keluarga besar Pesantren Al-Masruriyah Tebuireng. Pesantren ini tepat berada di depan Pondok Tebuireng. Beliau putra Kiai Hadziq dan Bu Nyai Khodijah Hasyim Asy’ari.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Penulis cukup akrab dengan beliau selama 6 tahun di Jombang. Awalnya penulis akrab dengan Sang Kakak, Gus Ishom, karena tempat penulis belajar menulis dan mengaji.

Pasca wafatnya Gus Ishom, penulis semakin akrab karena menulis biografi kakaknya yang harus banyak wawancara, termasuk dengan Gus Zakki, masyayikh Lirboyo, tempat Gus Ishom belajar, dan lain-lain.

Terakhir ketemu ketika wafatnya Syaikh KH Maimoen Zubair saat melakukan shalat jenazah di Daker Mekah dan pertemuan NU se-Dunia di Mekah.¬†Beliau saat ini menjadi Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah NU Jawa Timur. Beliau sosok yang supel, pandai bergaul, dan mudah akrab.

Baca Juga >  Kiai Sepuh Jawa Timur Wajibkan Mahasantri Ikut PKP NU

Pasca wafatnya Sang Kakak, Gus Zakki praktis meneruskan estafet kepemimpinan Pesantren dan menyebarkan karya Hadlratussyaikh KH M Hasyim Asy’ari.

Selamat jalan Gus, penulis bersaksi Jenengan orang baik, baik, dan baik.

Demikian sekilas tentang Gus Zaki Tebuireng Setia Menyebarkan Karya Hadratusysyaikh KH Hasyim Asy’ari.

Penulis: Dr H Jamal Ma’mur Asmani, dosen IPMAFA Pati, wakil Ketua PCNU Pati.