Tulisan Terakhir Gus Zaki Tebuireng Yang Menyejukkan

Tulisan Terakhir Gus Zaki Tebuireng Yang Menyejukkan

Posted on

Tulisan Terakhir Gus Zaki Tebuireng Yang Menyejukkan

Kabar duka datang dari Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur (01/07/2020). Salah satu putra terbaik yang dimiliki Pondok Pesantren Tebuireng menghadap Allah SWT. Gus Zaki sapaan Alm. KH. Ahmad Zaki Hadziq merupakan cucu Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari yang merupakan putra dari Nyai. Hj. Khodijah Hasyim dan KH. Hadziq.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Ada pesan menarik yang di tuangkan Alm. Gus Zaki dalam status di Facebook beliau yang sangat menyejukkan. Beliau berkisah sebagai berikut:

Ketika Saya sedang nunggoni tukang yang sedang menyelesaikan pekerjaan di SMPT Al Chodidjah Tebuireng, tiba-tiba datang kang Muhajir ini. Lamat-lamat Saya lupa sampai akhirnya beliau menyebut

“Kulo Muhajir”. (Saya Muhajir)

Oh iya, Beliau yang dulu memandikan Saya waktu kecil ketika nyantri di Tebuireng.

Sebagaimana layaknya alumni pesantren, Kang Muhajir juga bercerita tentang masa dulu nyantri di Tebuireng. Diantara kisahnya adalah,

“Bagaimana Gus Ya’qub nggonceng Gus Muhaimin Suhadi Pacul Gowang naik sepeda pancal berangkat pagi hari dan pulang besok pagi”. Gus Imin cerita bahwa Dia diajak Gus Ya’qub keliling wilayah timur pulau Jawa dan didaerah tertentu, sambil menunjukkan kesebuah daerah, Gus Ya’qub bilang

“Iku neroko”. (Itu Neraka)

Nah ini yang menjadi jawaban angen-angen Saya, mengapa para kekasih Allah tidak pernah risau dengan kondisi dunia? Mau demontrasi besar, mau corona menghajar atau apapun yang terjadi, karena Mereka telah dibuka pintu mata hati sehingga kemana roda hidup berjalan, Mereka sudah paham dan nerimo ing pandum.

Baca Juga >  Innalillahi Gus Majid Kamil Maimoen Zubair Sarang Wafat

Monggo disruput kopine, dan semoga Kita diberi mata bathin sehingga tidak mudah gupuh dan nerima ing pandum.

“Ndunyo sak dermo mampir nyruput kopi sinambi mencari bekal untuk perjalanan panjang.”

(Dunia hanya sebatas bersandar meminum kopi dan sekaligus mencari bekal untuk perjalanan panjang)

Demikian Tulisan Terakhir Gus Zaki Tebuireng Yang Menyejukkan. Semoga bermanfaat.