Gus Yaqut: Saat Acara Muhammadiyah, Kami Ikut Menjaga dan Mengamankannya

GP Ansor Desak Pemerintah Perhatikan Pesantren Saat New Normal

Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Yaqut Cholil Qoumas memberikan tanggapannya atas pernyataan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Sunanto, terkait sikap tepo seliro warga NU. Tanggapan Gus Yaqut yang diunggah di akun facebooknya, Rabu 4 Maret 2020, mendapatkan tanggapan ribuan netizen media sosial.

“Kami semua berterima kasih diingatkan sekaligus diajari tepo seliro oleh Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Sunanto. Banyaknya sekolah, rumah sakit, rumah yatim sebagai bagian dari amal usaha Muhammadiyah di basis-basis NU dan baik-baik saja adalah salah satu praktek tepo seliro itu. Kami tidak terusik apalagi terganggu. Malah sebagian kami ada yang sekolah dan berobat di aset milik Muhammadiyah tersebut,” tegas Gus Yaqut.

“Beberapa acara Muhammadiyah pun, kami ikut menjaga dan mengamankannya. Bahkan, waktu Pemuda Muhammadiyah tersandung masalah Kemah Pemuda di Prambanan, kami juga tepo seliro dengan berusaha untuk tidak berselancar di tengah gelombang yang menerpa mereka. Meskipun kami tahu, anggaran untuk mereka tidak digunakan sebagaimana kesepakatan. Kami tahu. Tapi kami memilih diam dan menyerahkan urusan ini kepada polisi. Hatta ketika kasus ini menguap begitu saja, dan aktornya hanya berhenti jadi saksi dan sekarang sudah menjadi idola baru bagi politisi muda muhammadiyah, kami pun diam. Ini tepo seliro bukan sih?,” lanjut Gus Yaqut penuh makna.

Gus Yaqut juga mengisahkan waktu Sunanto maju sebagai Ketum Pemuda Muhammadiyah, saat itu Ansor juga tepo seliro.

“Waktu Sunanto maju sebagai Ketum Pemuda Muhammadiyah, kami pun tepo seliro. Meskipun sebenarnya kami mau teriak-teriak waktu ada info kantor deputi sebuah lembaga intel dipakai rapat. Logistik disamarkan dengan sebutan “Garam India” dan berasal dari mana, kami pun tahu. Tapi demi tepo seliro, kami diam. Karena itu urusan mereka sendiri. Cukup bagi kami tahu. Tak perlu bikin gerakan kontra intelijen meskipun saat itu sangat bisa,” kata Gus Yaqut.

Di akhir tanggapannya, Gus Yaqut memberikan komentar kritis kepada Sunanto.

“Jadi, tolonglah. Jika ada yang baca ini dan dekat Sunanto, kasih tahu, sekarang ajari saja kami cara bersabar. Karena stok yang kami punya sudah hampir habis,” pungkas Gus Yaqut. (amru/Bangkitmedia.com)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *