Gus Tafied Mlangi Antarkan Santrinya Go Internasional

Oleh: Kiai Muhammad Mustafied, Pengasuh Pesantren Pelajar Mahasiswa Aswaja Nusantara Mlangi Sleman.

Alhamdulillah, di awal tahun ini ada tiga santri Pesantren Pelajar Mahasiswa Aswaja Nusantara yang berkesempatan berkiprah di level internasional. Yang pertama adalah Mas Afrizal (FT UGM) dan Mas Angga Permana (FEB UGM), di ajang London Blockchain Week, Inggris, 19-23 Januari 2018, yang diselenggarakan oleh Fintech Worldwide. Sebagaimana diketahui, teknologi ini, saat ini, menjadi basis cryptocurrency (bitcoin, dll) yang mengguncang perbankan dunia karena menihilkan peran mereka.

Bacaan Lainnya

Baru dua hari lalu Bank Indonesia melarang transaksi bitcoin, sesuatu yang ditertawakan kalangan komunitas bitcoin internasional, karena mustahil efektif. Di sini, mereka akan mempresentasikan seputar perkembangan mutakhir financial technology untuk kebutuhan gerakan sosial, bukan semata kepentingan industri, rahim inovasi teknologi saat ini. Sebenarnya ada tiga orang, yaitu Mas fadhlu (MPPT UGM), namun entah mengapa visanya ditolak. Besok (Selasa) mereka akan berangkat, mohon doa restunya, semoga lancar dan berkah. Yang kedua, sekitar bulan Februari, Dewi Furusin (UNY) akan ke Thailand mempresentasikan BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing) di Universitas Songkla. 

Sebelumnya, juga beberapa santri mahasiswa yang juga berkesempatan menguji gagasannya di publik global, seperti delegasi Indonesia SB7 dalam The Seventh International Meeting on Synthetic Biology di National University of Singapore (NUS), 14-16 Juni 2017 yang diwakili oleh Mas Sahal Sabili (Biologi UGM); Delegasi Indonesia dalam What the Hack-Hackathon Competition di Singapore University Technology and Design 30 Sept-1 Okt 2017, yang diwakili oleh tim: Mas Sahal (Biologi UGM), Mas Afrizal (FT UGM), dan Mas fadhlu (MPPT UGM); Mba Nur Aini (Kajian Timteng UGM), yang mempresentasikan makalahnya di British Islamic Economic Society (BIES) Conference 2017 di Durham, United Kingdom, 30-32 Juli 2017, dan Mbak Naisa (Psi UGM) yang mengikuti Shortcourse Twincle Program di Chiba University Jepang, 1-10 Oktober.

Dengan program tersebut, semoga mereka memiliki pengalaman internasional sehingga lebih tajam melihat berbagai perkembangan global, yang langsung atau tidak langsung, mempengaruhi dinamika nasional dan lokal. Lebih tajam menganalisis anatomi global designs yang melahirkan local histories. Dengan begitu, mereka lebih siap masuk dalam future global conflict. Generasi muda saat ini lebih penting disiapkan untuk menjawab real battle 10-15 tahun yang akan datang, bukan menghadapi pertarungan saat ini. Saat ini, generasi milenial, harus dicermati, namun yang akan mereka hadapi adalah tantangan pasca-generasi milenial.

Alhamdulillah, tahun 2017 juga menerbitkan benerapa buku, dan Jurnal Mlangi. Semoga dalam waktu dekat Jurnal Mlangi Volume V segera terbit.

Bismillah, wabi-fadhlillah….

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *