Berita NU, BANGKITMEDIA.COM
KOREA SELATAN – Rombongan Kesenian Daerah Istimewa Yogyakarta beberapa waktu lalu bertandang ke Korea Selatan, Kamis (8/2/18). Lawatan tersebut dalam rangka pentas memenuhi undangan pemerintah Korea Selatan dalam pembukaan Olimpiade di Korsel.
Turut serta dalam rombongan tersebut, Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X dan Kepala Dinas Pariwisata DIY. Rombongan juga didampingi pula oleh anak muda NU, Ricco Survival Yubaidi, Amd., SH., MKN., yang merupakan Ketua Umum Paguyuban Dimas Diajeng Sleman 2014- 2015 dan Ketua Lakpesdam PCNU Kota Yogyakarta.
Kontingen kesenian ini tidak hanya mengharumkan identitas budaya Indonesia di pentas internasional, tetapi turut membawa kebesaran nama NU. Sebab selama ini NU merupakan ormas yang telaten merawat kebudayaan Indonesia.
“Kerja nyata generasi muda NU tidak hanya menerima agama Islam dengan kebudayaan arab, hadroh, gambus, dan sebagainya. Tetapi juga kesenian Jawa tetap dirawat,” demikian rilis info yang diterima tim Bangkit via medsos.
Pada kesempatan ini, kesenian Jawa, Yogyakarta, dan Indonesia pada umumnya, dipertunjukkan dalam event internasional. Ini menunjukkan bahwa NU memang peduli dan selalu akan merawat kebudayaan Indonesia.
Bagi Kiai Yubaidi, Mantan Ketua PCNU Kota dan Pengasuh Pesantren Ulul Albab Yogyakarta, anak muda NU harus mempunyai keberanian dalam menembus peradaban di berbagai belahan dunia. Anak muda NU tidak cukup berkutat dengan kitab kuning di Pesantren, tapi juga berperan dalam bidang-bidang lain baik skala nasional maupun internasional.
“Saya sangat mengapresiasi anak muda NU yang berani tampil di level internasional. Mereka menjadi inspirasi para santri dalam meningkatkan etos belajar, karena para santri adalah pemimpin masa depan. Maka santri harus punya semangat tinggi untuk berkontribusi terhadap bangsa dan negara,” tutur Kiai Yubaidi Mantan Ketua PCNU Kota dan Pengasuh Pesantren Ulul Albab Yogyakarta.
“Selamat atas misi kesenian Yogyakarta ke pertunjukkan internasional dan selamat PCNU Kota Yogyakarta,” pungkas Kiai Yubaidi. Berita Islam Terkini (Anas)








