YOGYAKARTA, BANGKITMEDIA
Mustasyar PBNU, KH. Mustofa Bisri mengatakan bahwa kondisi bangsa Indonesia bergantung kepada umat Islam. Hal tersebut beliau utarakan ketika mengisi Tablig Akbar di Politeknik Negeri ATK Yogyakarta, Sabtu malam (12/10).
Umat Islam, lanjut Gus Mus, harus bertanggung jawab jika kondisi Indonesia semakin terpuruk. Hal itu karena Islam adalah agama yang dianut oleh mayoritas masyarakat di Indonesia. Para pemegang kebijakan umunya juga beragama Islam.
“Jadi, jika Indonesia ini terpuruk, maka yang paling bertanggung jawab adalah umat Islam,” ungkapnya.
Lebih jauh, Gus Mus menjelaskan bahwa ulama menjadi pihak yang paling harus bertanggungjawab. Penyebabnya adalah bahwa umat Islam biasanya mengikuti perkataan ulamanya.
Gus Mus mengungkapkan kegeramannya terhadap tingkah sebagian ulama yang sering membuat gaduh. Beliau menyoroti salah satu ulama yang juga menjadi pengurus MUI Pusat. Menurutnya, perkataan dan tulisannya sangat memecah belah dan provokatif.
“Lihat saja di medsos-medsos, omongannya nggak genah. Tidak mencerminkan akhlak Kanjeng Rasul,” lanjutnya.
Pengasuh Ponpes Roudhotut Tholibin itu menghimbau untuk tidak mengikuti ulama seperti itu.
“Kalau tidak sesuai ajarannya Kanjeng Rasul, tolak saja. Tidak usah diikuti lagi. Nggak akan kualat, saya jamin. Kalau dia mencontohkan sikap yang bertentangan dengan Rasulullah Saw. betapapun penampilannya, tolak,” himbau Ulama asal Rembang itu.
Tablig Akbar tersebut digelar oleh UKKI Al-Fatih, Politeknik ATK Yogyakarta dalam rangka ulang tahun Politeknik ATK yang ke-61. Tabligh Akbar yang bertema “Eratkan Ukhuwah Merajut Mimpi untuk Membangun Negeri” itu juga dimeriahkan oleh Hadroh An-Najaah, Krapyak. (Iwan/rn)
*Penulis adalah Mahasiswa KPI UIN Sunan Kalijaga yang sedang Magang Profesi di Majalah Bangkit dan Bangkitmedia.com








