Gus Hilmy: Perjuangan Santri Tak Bisa Ditutup-Tutupi dan Tak Terbantahkan

KH Hilmy Muhammad
KH Hilmy Muhammad

Kepahlawanan ada dimana-mana, bahkan anda pun bisa menjadi pahlawan selama anda bisa melakukan ini.

Berita NU, BANGKITMEDIA.COM

YOGYAKARTA – “Ditetapkannya hari pahlawan pada 10 November yang bertepatan hari ini adalah tidak lepas dari Resolusi Jihad pada tanggal 22 Oktober 1945 oleh Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari”

Hal itu disampaikan oleh KH Hilmy Muhammad, Wakil Rais Syuriah PWNU DIY dalam acara Halaqah Santri memperingati Hari yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) DIY bertajuk “Refleksi Perjuangan Santri Dalam Kemerdekaan Negeri” pada Sabtu (10/11). Acara ini bertempat di Gedung PWNU DIY Jalan MT Haryono 40-42 Yogyakarta.

Gus Hilmy, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa peran perjuangan santri ini luar biasa. Perjuangan santri dalam membela bangsa adalah sesuatu yang tidak bisa ditutup-tutupi dan tidak bisa terbantahkan.

“Kita ini penyokong utama dalam perjuangan kemerdekaan. Akarnya sangat jauh dari para kiai dan santri para pendahulu, misalnya kita punya Pangeran Diponegoro. Ini adalah simbol perlawanan santri yang tidak hanya memperjuangkan tanah air saja, tetapi juga memperjuangkan ideologi dan aqidah yang bisa saja terbawa arus Belanda dan yang punya nilai etos perjuangan demikian hanya santri, sampai ia berani menumpahkan darah untuk bangsa dan agama.” tambah Gus Hilmy yang juga calon DPD RI Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2019-2024 mewakili Nahdlatul Ulama.

Menurut Gus Hilmy, ada dua definisi pahlawan zaman now. Pertama, orang yang punya keteladanan. Keteladanan ini menjadikan orang untuk ikut serta dan mau bergerak, dan itu jiwa pahlawan. Kedua, orang yang punya kepedulian. Mereka punya sesuatu yang harus diupayakan dan ini berdasarkan keikhlasan dan ketulusan, bukan karena bayaran. Karena mau mementingkan kebersamaan.

“Mereka yang mempunyai dua kriteria ini dimanapun berada saya anggap pahlawan. Siapa pahlawan sekarang? Ya para guru-guru kita, para ulama dan kiai yang melakukan segala sesuatu tanpa bayaran disertai ketulusan yang luar biasa, karena perduli dengan kebaikan” tegas Gus Hilmy yang juga salah satu Pengasuh Pesantren Krapyak Yogyakarta.

Hadir dalam acara ini Kiai Masyhuri dari PWNU DIY, ketua PW Fatayat NU DIY Khotimatul Husna, dan rekan-rekan IPNU se-DIY. (Ichin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *