Geliat Perjuangan UMKM di Tengah Badai Pandemi

  • Whatsapp
Geliat Perjuangan UMKM di Tengah Badai Pandemi

Geliat Perjuangan UMKM di Tengah Badai Pandemi

Hidup segan mati tak mau, setidaknya itu yang bisa diibaratkan kepada UMKM di tengah pandemi.  Liputan ini menunjukkan upaya Arizanafood, salah satu UMKM yang terus bertahan meski gempuran ekonomi akibat pandemi menyerang.

Perusahaan Arizanafood produsen makanan Korea yang berlokasi di daerah Trukan Cudan, Sumberharjo, Prambanan, Sleman dengan sigap berusaha melawan virus corona dengan cara menerapkan protokol kesehatan saat bekerja. Sebelumnya karyawan telah diliburkan selama 14 hari untuk menjalani karantina. Karantina dilakukan bertujuan mengetahui apakah karyawan tertular virus atau tidak. Lingkungan kerja pun disterilkan dengan disinfektan, kecuali bagian dalam ruangan agar tidak berbahaya pada olahan makanan dari perusahaan tersebut.

Setelah proses karantina selesai dijalani, karyawan diminta kembali bekerja dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Saat bekerja karyawan diminta memakai masker, menjaga jarak dan diwajibkan mencuci tangan sebelum memasuki ruangan, dan himbauan agar karyawan tidak berpergian terlalu jauh jika itu bukan kepentingan mendesak.

Permintaan Pasar Menurun

Sama seperti UMKM lainnya yang tengah berjuang, Arizanafood mengalami  penurunan penjualan di pasaran. Kegiatan produksi di perusahaan ini dihentikan sementara. Pengiriman barang juga dibatasi pemerintah sebab efek lockdown di beberapa daerah. Pengiriman barang ini menggunakan stok barang yang disimpan. Apabila ketersediaan barang sudah lumayan berkurang, barulah tim produksi bisa kembali menjalankan aktivitasnya. Divisi produksi dan divisi packing pun sempat diliburkan secara bergantian.

Putar Otak Promo

“Untuk keberlangsungan perusahaan, kami memberikan sistem cashback kepada para pembeli dan gratis ongkos kirim bagi pembeli luar daerah,” ujar Indah Nur Nuhyati selaku admin di perusahaan Arizanafood.

Perusahaan ini mengalami penurunan penjualan yang cukup drastis, dari yang awalnya perusahaan mampu menjual 700 hingga 1000 produk/hari kini hanya 200 produk perhari. Promo yang ditawarkan tersebut dinilai mampu meningkatkan penjualan sekitar 20%. Estimasi 350 produk/hari bisa dijual dengan adanya promo tesebut.

Namun cara ini belum sepenuhnya mengembalikan pemasukan perusahaan, Kegiatan pengiriman yang belum normal menyebabkan karyawan tidak bekerja full time. Karyawan selesai bekerja pada pukul 12.00WIB dari awal mula 16.00 WIB. Pulang awal ini disebabkan karena memang tidak ada lagi yang harus karyawan kerjakan.

Karyawan Terkena Imbas

Angka capaian pembelian yang belum normal seperti semula membuat adanya karyawan yang terpaksa diberhentikan. Pemasukan yang terus menurun menyebabkan 2 orang karyawan terpaksa harus diberhentikan.

Dari 16 karyawan, kini Arizanafood hanya mempekerjakan 14 karyawan.  Pemberhentian karyawan merupakan pilihan terbaik dari yang terburuk Dalam kegiatan produksi dan pengiriman produk, Arizanafood membutuhkan dana yang tidak sedikit, sedangkan pemasukan tak selalu seimbang dengan pengeluaran.

Tetap Bertahan, Enggan Berhutang

Kondisi UMKM saat ini sangat rentan dan banyak UMKM yang sudah gulung tikar akibat pandemi ini.

Bagaimanapun caranya Arizanafood harus berusaha berdiri di kaki sendiri, bagaimanapun keadaannya. “Kami tidak mau berhutang, selain menurut kami riba, berhutang juga bukan solusi yang tepat untuk menyelamatkan usaha ini” ujar Indah Nur Nuhyati.

Arizanafood hanya mengandalkan bantuan pemerintah. Memang pemerintah memberikan subsidi kepada UMKM, namun tidak semua UMKM bisa mendapat bantuan pemerintah tersebut.

Arizanafood hanya secuplik cerita dari jutaan UMKM yang sedang berjuang. Memang belum ada yang bisa memastikan kapan pandemi ini berakhir. Suntikan dukungan dari pemerintah sangat diperlukan untuk menstabilkan kondisi pasar dan memberi modal perusahaan.

Demikian Geliat Perjuangan UMKM di Tengah Badai Pandemi. Semoga bermanfaat.

Penulis: Riska Ayuningtyas W.A., Mahasiswa semester 1 Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta.

Editor: Mas Ahmad

Info Peluang Usaha Depot Air Minum Isi Ulang

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *