Cintailah Muridmu Sebagaimana Kamu Mencintai Anakmu

Cintailah Muridmu Sebagaimana Kamu Mencintai Anakmu

Cintailah Muridmu Sebagaimana Kamu Mencintai Anakmu

Sejak dimintai mbantu ngajar di kampus almamater, saya selalu menyempatkan menyisipkan pesan moral. Pentingnya adab, pentingnya mondok. Bagaimana seorang kyai sehebat apapun di hadapan kyainya dia tetap menganggap dia adalah guru yang lebih utama dari dirinya.

Santri, kyai dan orang tua adalah tiga serangkai yang saling melangitkan doa yang sama dan saling mendoakan untuk santri, kyai dan orang tua itu sendiri. Satu hal yang kadang dilupakan guru-guru di sekolah umum. Meski tidak semua.

Kyai bahkan seringkali bikin iri anak-anaknya yang merasa dinomerduakan dari para santri-santri. Atau seperti pesan abah Masduqie yang selalu diulang-ulang di hadapan putra putrinya, santri-santri kui anakku, anggepen dulurmu.

Kepada adik-adik mahasiswa saya sering bilang: “di hadapan bapak ibu kos, sampeyan dianggap sebagai obyek bisnis, uang. Tapi di hadapan kyai sampeyan akan dianggap anak yang selalu dalam doanya. Kenapa lebih memilih kos dari mondok?”

Kepada santri-santri/alumni yang sudah mengajar, Abah sering berpesan, gajimu anggaplah rezeki Allah SWT yang tidak perlu kamu cari, anggap murid-muridmu sebagai orang yang membantumu menjadikan ilmumu manfaat, cintai mereka seperti anakmu.

Demikian artikel yang berjudul  Cintailah Muridmu Sebagaimana Kamu Mencintai Anakmu. Semoga bermanfaat untuk para pembaca semuanya.

Penulis: KH Achmad Shampton Masduqie, Malang, Jawa Timur.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *