Berita NU, BANGKITMEDIA.COM
BANTUL, Bertempat di Hall Ali Maksum Lamtai 1 Universitas Alma Ata Yogyakarta Launching buku “Catatan Seorang Santri” dilaksanakan. Acara ini merupakan bentuk apresiasi serta rasa bahagia atas hadirnya referensi baru, sebuah karya tulis yang menuangkan berbagai persoalan kehidupan sehari-hari beserta cara atau solusi mengatasinya. Rabu (11/07)
Buku “Catatan seorang santri” ini merupakan karya KH. Henry Sutopo. Sosok kiai yang selalu memberikan pencerahan bagi kehidupan masyarakat. Beliau adalah sosok kiai yang unik, selain humoris, KH.Henry Sutopo selalu hadirkan nuansaa ajaran Islam rahmatan lil alamin. Selain itu cara penyampain yang digunakan sangat sederhana dan mudah dipahami oleh semua kalangan sehingga tidak heran jika tulisan atau tausiyahnya akan selalu nyaman didengar dan meneduhkan suasana dalam kehidupan sehari-hari.
Acara tersebut dihadiri oleh KH. Henry Sutopo selaku penulis dan seluruh sivitas akademika Universitas Alma Ata. Usai sholat Ashar berjamaah, Acara dimulai dengan pembukaan oleh pembawa acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan do’a tahlil. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan serah terima buku “Catatan Seorang Santri” oleh KH. Henry Sutopo Kepada Rektor Universitas Alma Ata yang dalam hal ini diwakili oleh Wakil Rektor I Siti Nurunniyah. usai serah terima buku. Acara dilanjutkan dengan sesi bincang-bincang seputar isi buku dan berbagai hal terkait proses penulisannya.
Sebagai Pembicara utama dalam acara tersebut KH. Henry Sutopo menceritakan banyak hal terkait suka cita dalam proses penulisan sekaligus memberikan ulasan singkat isi buku “Catatan Seorang Santri” tersebut.
“Buku Catatan Seorang Santri ini adalah satu satunya buku yang sambutannya ada 9 (sembilan) orang” ujar KH henry Sutopo memecah tawa audiens dengan jurus humornya yang khas. “jumlah sambutan 9 orang ini bukan tidak beralasan, karena angka 9 ini adalah simbol asmaul husna, simbol wali songo dan 9 lainnya” lanjut beliau menambah keyakinan seluruh hadirin.
Buku setebal sekitar 517 halaman dengan 125 jidul menyajikan berbagai permasalahan yang sangat sering dialami oleh setiap orang. Uniknya, setiap permasalahan yang dihadirkan selalu diiringkan dengan solusi jitu yang penuh hikmah tanpa harus melanggar tuntunan aklak yang diajarkan Rasulullah SAW. Selain itu, bahasa yang digunakan sangat santai dan sederhana sehingga mudah untuk dipahami. Sub Judul pertama adalah “Islam Tartib” kemudian yang terakhir “Partai Santri Indonesia”.
“Perjalanan hidup seseorang tidak akan selamanya di dunia, suatu saat kita akan meninggal dan itu pasti. Jadi itu membuat saya teobsesi bagaimana agar apa yang menjadi pemikiran saya bisa berlanjut seterusnya. Maka buku ini adalah anugrah Allah terindah yang pernah ku miliki” pungkas KH Henry Sutopo memecah tepuk tangan seluruh peserta.
KH Henry Sutopo berharap dengan adanya buku ini dapat menjeadi salah satu referensi untuk menetralisir paham paham keagamaan “radikal” yang mudah mengkafirkan maupun membid’ahkan sesama muslim, serta ikut andil dalam mewujudkan Islam rahmatan lil alamin. (amru)








