Bolehkah bekam ketika puasa

Bolehkah Bekam Ketika Puasa?

Posted on

Bekam adalah metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah statis (kental) yang mengandung toksin dari dalam tubuh manusia. Berbekam dengan cara melakukan pemvakuman di kulit dan pengeluaran darah darinya.

Banyak sekali yang bertanya mengenai hukum bekam ketika puasa. Dalam kitab Bulughul Maram Hadits No. 684 Ibnu Abbas RA pernah meriwayatkan:

وَعَنِ اِبْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا; ( أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم اِحْتَجَمَ وَهُوَ مُحْرِمٌ, وَاحْتَجَمَ وَهُوَ صَائِمٌ )  رَوَاهُ اَلْبُخَارِيُّ

Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam pernah berbekam dalam keadaan ihram dan pernah berbekam sewaktu shaum. Riwayat Bukhari.

Rasulullah pernah bekam atau mengeluarkan darah kotor, sementara saat itu Rasulullah sedang dalam keadaan ihram. Pada waktu yang berbeda, Rasulullah juga bekam pada saat puasa.

Ada beberapa perbedaan pendapat mengenai orang yang bekam dalam keadaan berpuasa. Namun mayoritas ulama’ berpendapat bahwa bekam tidak membatalkan puasa.

Hadits di atas merevisi hadits No. 685 berikut:

وَعَنْ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ رضي الله عنه ( أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَتَى عَلَى رَجُلٍ بِالْبَقِيعِ وَهُوَ يَحْتَجِمُ فِي رَمَضَانَ. فَقَالَ:  أَفْطَرَ اَلْحَاجِمُ وَالْمَحْجُومُ  رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ إِلَّا اَلتِّرْمِذِيَّ, وَصَحَّحَهُ أَحْمَدُ, وَابْنُ خُزَيْمَةَ, وَابْنُ حِبَّانَ

Dari Syaddad Ibnu Aus bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam pernah melewati seseorang yang sedang berbekam pada bulan Ramadhan di Baqi’, lalu beliau bersabda: “Batallah puasa orang yang membekam dan dibekam.” Riwayat Imam Lima kecuali Tirmidzi. Hadits shahih menurut Ahmad, Ibnu Khuzaimah, dan Ibnu Hibban.

Baca Juga >  Hukum Zakat Fitrah Menggunakan Uang

Menurut hadits ini, batal puasa seseorang baik orang yang membekam ataupun yang dibekam. Hadist ini bertentangan dengan hadits nomor 684. Mayoritas ulama’ berpendapat bahwa hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas adalah yang diterima. Karena hadits yang diriwayatkan oleh sahabat Syaddad di nash pada waktu fathul makkah atau pada tahun 9 hijriyah sedangkan hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas yaitu tahun 10 hijriyah.

Dengan demikian jumhur ulama’ berpendapat bahwa melakukan bekam ketika puasa diperbolehkan dan tetap sah puasanya merujuk hadits nomor No. 684 yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas RA di atas. (Icin/Ibran)

Sumber: Kitab Bulughul Maram