Benarkah Aisyah Menikah Usia 9 Tahun?

Benarkah Aisyah Menikah Usia 9 Tahun?

Posted on

Akhir-akhir ini banyak dinyanyikan lagu-lagu tentang Siti Aisyah. Saya sendiri kurang mengikuti. Namun sejauh yang saya amati, lagu itu berkisah tentang romansa antara Nabi SAW dan Siti Aisyah. Sudah jamak dalam anggapan kita Nabi SAW menikah dengan Aisyah ketika Aisyah berusia 6 tahun dan berkumpul pada usia 9 tahun. Pendapat ini adalah pendapat terkuat dan termasyhur dari zaman ke zaman. Karena hal ini diutarakan sendiri oleh Aisyah dalam salah satu hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Bab Manaqib Anshar dari Hisyam dari ‘Urwah. Hadis ini juga diperkuat oleh beberapa hadis lain. Karena Aisyah dinikahi Nabi pada tahun pertama Hijrah, maka Aisyah lahir 9 tahun sebelum hijrah (alias empat tahun setelah Nabi SAW diutus).

Namun belakangan di kalangan ulama kontemporer banyak bermunculan pendapat lain yang mengatakan Aisyah menikah dengan Nabi pada usia 18 tahun. Hal ini bukan tanpa dasar atau tanpa alasan, banyak hujjah dilontarkan oleh pendapat ini. Berikut saya rangkum alasan-alasan yang menguatkan pendapat ini.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

1. Dalam Tarikh Dimasyq karya sejarawan fenomenal, Ibn Asakir, disebutkan bahwa Aisyah dan kakaknya, Asma’ binti Abu Bakar terpaut usia sepuluh tahun. Sementara Asma’ sendiri lahir—seperti dicatat oleh Abu Nu’aim— 27 tahun sebelum hijrah. Berarti Aisyah, karena terpaut sepuluh tahun, lahir 17 tahun sebelum hijrah alias tujuh tahun sebelum Nabi SAW diangkat menjadi nabi atau dalam kata lain Aisyah lahir pada masa Jahiliyah. Karena lahir tujuh belas tahun sebelum hijrah, dan menikah tahun pertama setelah hijrah, maka usia pernikahan Aisyah adalah 18 tahun. (Dalil al-Falihin vol 2 hlm 145)

Baca Juga >  Lima Pilar dalam Keluarga

2. Pernyataan ini diperkuat oleh pernyataan Ibn Atsir dalam Al-Kamil bahwa Abu Bakar menikah dengan Ummu Rumman, ibunda Aisyah, pada masa Jahiliyah. (Al-Kamil vol 2 hlm 220)

3. Aisyah pernah menyatakan bahwa:

لم أعقل أبوي إقط إلا وهما يدينان الدين

Aku tidak tahu kedua orangtuaku kecuali mereka berdua telah beragama Islam.

Jika Aisyah lahir pada tahun empat setelah kenabian, lalu ucapan ini dimaksudkan Aisyah ketika ia berumur empat tahun, maka ucapan ini tidak ada gunanya. Karena sudah jelas pada tahun kedelapan pasca kenabian Abu Bakar sudah masuk Islam. Maka pasti maksud ucapan ini adalah ketika awal-awal Nabi SAW diutus. Maka tidak masuk akal jika Aisyah lahir pada tahun empat pasca kenabian. (Subul al-Huda wa al-Rasyad vol 2 hlm 410)

4. Poin ketiga ini dikuatkan dengan pernyataan Ibn Ishaq bahwa Aisyah termasuk mutaqaddimu al-Islam alias orang-orang awal yang masuk Islam alias ketika Nabi masih berdakwah secara sembunyi-sembunyi (selama tiga tahun pasca diutus). (Subul al-Huda vol 2 hlm 308)

Selain empat poin di atas, ada beberapa alasan-alasan lain yang jika dijelaskan akan sangat panjang. Pada intinya, ada perbedaan pendapat mengenai umur Siti Aisyah ketika menikah dengan Nabi: 9 tahun dan 18 tahun. Dengan ini saya bisa dengan tenang mendengarkan lagu Aisyah yang lagi viral itu

Penulis: Kholili Kholil, alumni Pesantren Lirboyo.