Bacaan Tahiyyat akhir Latin, Arti Serta Penjelasannya

Bacaan Tahiyyat akhir Latin Arti Serta Penjelasannya

Bacaan Tahiyyat akhir Latin, Arti Serta Penjelasannya.

Bacaan tahiyyat akhir merupakan salah satu rukun dalam shalat. Nah, oleh karena itu, kali ini kita akan mengulas secara khusus seputar bacaan tahiyyat akhir.

Rukun-rukun shalat yang beragam bisa kita kategorikan menjadi dua jenis, yakni rukun fi’li (perbuatan) dan rukun qauli (ucapan). Dalam pemaparan kali ini akan dijelaskan tentang rukun shalat yang berupa bacaan (qauli). Sebagaimana telah kita pahami bersama, bahwa rukun yang berupa ucapan dalam shalat berjumlah lima, yakni membaca takbiratul ihram, membaca surat al-Fatihah, membaca tahiyyat akhir, membaca shalawat saat tahiyyat akhir, dan salam pertama.

Bacaan tahiyyat akhir

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلَامُ عَلَيْك أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ

Attahiyyâtul mubârakâtush shalawâtut thoyyibâtu liLlâh, assalâmu ‘alaika ayyuhan nabiyyu warahmatuLlâhi wabarakâtuh, assalâmu ‘alainâ wa ‘alâ ‘ibâdillâhish shâlihîn, asyhadu al-lâ ilâha illa-Llah, wa asyhadu anna muhammadar rasûlullah

“Segala penghormatan yang penuh berkah, segenap salawat yang penuh kesucian, (semuanya) adalah milik Allah. Salam padamu wahai para Nabi, beserta rahmat dan berkah Allah. Salam bagi kami, dan bagi hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah”

Selain bacaan tahiyyat akhir lati, kami ulas pula pembahasan Madzhab ulama’ terkait pendapat dalam posisi duduk tasyahud:

Madzhab Syafi’i sunnah duduk iftirasi pada tasyahud awwal dan tawarruk pada tasyahud kedua, untuk shalat dua roka’at duduk tawarruk.

Imam Malik berpendapat, tasyahud awwal dan tasyahud kedua, dua-duanya duduk tawarruk.

Imam Abu Hanifah dan As Tsaury tasyahud awal dan kedua, dua-duanya duduk iftiraosi.

Imam Ahmad bin hambal, jika shalat dua rakaat maka duduk iftirasi, jika empat rakaat maka tasuyahud awal iftirasi dan tasyahud kedua tawarruk.

Kitab Majmu’ (3/430):

مذهبنا أنه يستحب أن يجلس في التشهد الأول مفترشا وفي الثاني متوركا ، فإن كانت الصلاة ركعتين جلس متوركا . وقال مالك : يجلس فيهما متوركا ، وقال أبو

حنيفة والثوري : يجلس فيهما مفترشا ، وقال أحمد : إن كانت الصلاة ركعتين افترش وإن كانت أربعا افترش في الأول وتورك في الثاني .

Demikian ulasan khusus seputar Bacaan Tahiyyat akhir Latin. Wallohu a’lam. Semoga bermanfaat.

(Mas Hamzah).

Artikel terkait baca di sini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *