Alissa Wahid Putri Gus Dur
Alissa Wahid Putri Gus Dur

Alissa Wahid: Keluarga Maslahah di Populerkan Kiai Ahmad Shiddiq

Posted on

Alissa Wahid: Keluarga Maslahah di Populerkan Kiai Ahmad Shiddiq

Tingkat perceraian di Indonesia dari tahun ketahun semakin meningkat. Hal ini dipicu berbagai permasalahan hidup dalam berumah  tangga baik dari faktor ekonomi, sosial-budaya, lingkungan ataupun nikah di usia masih terlalu muda. Menanggapi situasi seperti ini LKK NU DIY bekerjasama dengan UNU Yogyakarta dan Kemenang DIY mengadakan Seminar dan Lokakarya ketahanan keluarga “Keluarga Maslahah Menjawab Tantangan Ketahanan Keluarga di Era Millenial” di UNU Yogyakarta, Senin (19/11) pagi.

Kegiatan seminar yang menghadirkan pembicara Ibu Alissa Wahid (Sekjen LKK PBNU dan Dewan Riset Pusat Studi Keluarga dan Kesejahteraan Sosial UNU Yogyakarta). Ibu Alissa menyampaikan bahwasanya beliau mendapat tugas besar dari Kementerian Agama RI untuk menanamkan konsep ketahanan keluarga di Indonesia. Ketahanan keluarga bisa dijalankan dengan berbagai solusi, misal dengan pendewasaan usia nikah, bimbingan calon pengantin dan bimbingan pra nikah.

Info Peluang Usaha Depot Air Minum Isi Ulang by INVIRO

Maka disinilah NU menerapkan istilah keluarga maslahah. Bagaimana NU mewujudkan kemaslahatan dikeluarga?. “Di NU istilah keluarga maslahah di populerkan oleh KH. Ahmad Shiddiq,” tutur Ibu Alissa.

Mewujudkan kemaslahatan dikeluarga NU menawarkan pilar perkawinan diantaranya sebagai berikut:

  1. Memandang perkawinan sebagai janji yang kokoh (mitsaqon gholidhan) sehingga tidak mempermainkannya.
  2. Memandang perkawinan sebagai relasi pasangan atau partnership (zawaj) sehingga saling melengkapi dan bisa bekerjasama untuk kemaslahatan.
  3. Memperlakukan pasangan (suami atau istri) secara bermartabat (mu’asyaroh bil ma’ruf).
  4. Menjadikan musyawaroh sebagai mekanisme pengambilan keputusan keluarga atas dasar saling ridlo.

Pilar perkawinan ini menjadi dasar pernikahan yang langeng dan hidup bahagia dalam menjalani hidup. Maka dari itu ketahanan keluarga menjadi PR besar bagi bangsa ini.

Baca Juga >  Wakil Bupati Bantul: Peringatan HSN Ajang Kreativitas Santri

“Dalam keluarga NU untuk mewujudkan kemaslahatan di keluarga harus ditanamkan hubbul waton minal iman,” tambah Ibu Alissa. Penting juga dalam suatu keluarga itu menanamkan kecintaan kepada tanah air.

Pusaka Sakinah

Pemerintah kedepan memiliki program baru demi mengisi dan memperkuat lembaga KUA agar semakin dirasa manfaatnya oleh masyarakat. Program tersebut bernama Pusaka Sakinah, akronim dari Pusat Layanan Keluarga Sakinah. Di dalam Pusaka Sakinah ini terdapat:

  1. Aman yaitu layanan Administrasi dan Manajemen Nikah.
  2. Berkah kepanjangan dari Belajar Rahasia Nikah (bimbingan pranikah, membangun relasi sehat, kelola ekonomi keluarga).
  3. Kompak yaitu Konseling, Mediasi, Pendampingan, Advokasi, dan Konsultasi.
  4. Lestari yaitu Layanan Bersama Ketahanan Keluarga Indonesia (ini bentuk layanan terpadu lintas sektor untuk isu-isu yang tidak bisa digarap sendiri seperti pencegahan kawin anak, kesehatan keluarga, stunting, sebagai).

Harapannya dengan adanya program pemerintah melalui kementerian agama ini angka perceraian menurun. Maka yang perlu dilakukan bagaimana mengimplementasikan konsep keluarga maslahah. (Hadi/Muhlisin)