Wasiat Sayyid Muhammad Alwi Kepada Kiai Bashori Alwi Malang

Wasiat Sayyid Muhammad Alwi Kepada Kiai Bashori Alwi Malang

Posted on

Wasiat Sayyid Muhammad Kepada Kyai Bashari Alwi.

Abdul. Adzim Irsad

Kyai Bashari Alawi dan Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki

Ketika berada di Kota Malang, Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki sangat dekat dengan para Kyai dan Habaib. Nah, salah satu ulama yang dekat dengan Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki adalah Kyai Bashari Alawi Murtadha Malang. Sampai-sampai salah satu putranya yang bernama Gus Lutfie Basori pernah dititipkan di Makkah selama beberapa tahun lamanya dibawah asungan Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki.

Kyai Basori Alawi rutin ngaji bersama dengan santri-santri Sayyid Muhammad. Setiap pengajian, Kyai Bashari selalu ikut hadir. Sampai suatu saat, Sayyid Muhammad mampu menerawang (kassaf) kesehatan Kyai Basori Alawi. Lalu Sayyid Muhammad bertanya “ Engkau sedang sakit ya?

Kayi Basori Alawi menjawab “Iya, saya sakit gula (diabetes)”. Saat itu, Kyai Bashari Alwi berusia empat puluh tahun.

Kemudian Sayyid Muhammad menyarankan kepada Kyai Bashori Alawi agar diet, tetap berobat, dan juga olahraga. Itu bagian dari ihtiyar. Tetapi kemudian Sayyid Muhammad mengatakan sesuatu yang sangat luar biasa kepada KH Bahasri Alawi “Kalau engkau asakit jangan di rasakan, agar tidak sakit dua-duanya (ruhani dan jasmani)”. Begitulah pesan mulia dari Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki sang cucu Rasulullah SAW yang membawa berkah kota Malang.

Sejak mendengar petuah dari Abuya Sayyid Muhammad Alawi Al-Malili, Kyai Bashari Alwi tidak pernah memperdulikan sakitnya. Beliau tetap beraktifitas layaknya orang sehat. Beliau tidak pernah meninggalkan pengajian dengan alasan kurang sehat. Makanya, wajar jika kemudian beliau mengatakan “zakatnya ilmu itu mengajar”. Berkah dari nasehat Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki, Kyai Bashari Alawi dikaruniai Panjang umur, sehat wal afiyat, hingga 93 tahun.

Baca Juga >  Hukum Takbiran di Hari Raya

Beliau berulang-ulang haji dan umrah, walaupun kondisinya di atas kursi roda. Bukan hanya di dalam kota, beliau melakukan perjalanan hingga ke luar Negeri. Dakwah di dalam negeri-pun tidak pernah dilewatkan. Itulah ulama sejati, pejuang Ahlussunah Waljamaah, yang tidak pernah kenal lelah mengajarkan Alquran, juga bahasa Arab.

KH Bashari Alawi bukan hanya mahir membaca Alquran dan mengajarkannya, beliau juga sosok pengajar bahasa Arab. Bahkan, beliau tercatat pernah mengajar bahasa Arab di Universitas Negeri Malang tahun 19960-1961. Padahal, beliau tidak pernah belajar di kampus dan bukan bergela sarjana. Bukti, kalau beliau sosok pengajar yang hebat, banyaknya karya-karya percakapan bahasa Arab yang ditulis langsung oleh beliau “Madariju Al-Durus Al-Arabiyah 4 Jilid untuk Ibtidayah”.

Bukti kalau beliau sangat cinta terhadap Alquran, ternyata karya-karya beliau paling banyak terkait langsung dengan Alquran, seperti; Mabadiu Ilmi Al-Tajwid, Al-Gharib fi Al-Rasmi Al-Ustmani, Ahadis fi Fadhail Al-Quran wa Qurraihi”. Bukti, beliau sangat mencintai Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki, beliau menterjemahkan karya-karta Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki, salah satunya “Tarjamah Syariah Al-Khadidah”. Ada sekitar 20-25 karya KH Bashari Alawi dengan berbagai disiplin ilmu, berbahasa Arab dan Indonesia.

Malang, Selasa 24/03/2020