Tetap Mendapat Pahala Jamaah Meskipun Tidak Ke Masjid Karena Uzur

Tetap Mendapat Pahala Jamaah Meskipun Tidak Ke Masjid Karena Uzur

Posted on

Selama musim penularan virus tidak jama’ah ke masjid? Pahalanya in syaa Allah tetap sama. Mana dalilnya? Orang sekarang kan serba tanya dalil. Kurang tren kalau tidak disertai rujukan dalil.

ﻗَﺎﻝَ: ﺇِﺑْﺮَاﻫِﻴﻢُ ﺃَﺑُﻮ ﺇِﺳْﻤَﺎﻋِﻴﻞَ اﻟﺴَّﻜْﺴَﻜِﻲُّ ﺳَﻤِﻌْﺖُ ﺃَﺑَﺎ ﺑُﺮْﺩَﺓَ، ﻭَاﺻْﻄَﺤَﺐَ ﻫُﻮَ ﻭَﻳَﺰِﻳﺪُ ﺑْﻦُ ﺃَﺑِﻲ ﻛَﺒْﺸَﺔَ ﻓِﻲ ﺳَﻔَﺮٍ، ﻓَﻜَﺎﻥَ ﻳَﺰِﻳﺪُ ﻳَﺼُﻮﻡُ ﻓِﻲ اﻟﺴَّﻔَﺮِ، ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻟَﻪُ ﺃَﺑُﻮ ﺑُﺮْﺩَﺓَ: ﺳَﻤِﻌْﺖُ ﺃَﺑَﺎ ﻣُﻮﺳَﻰ ﻣِﺮَاﺭًا ﻳَﻘُﻮﻝُ: ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ اﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ: «ﺇِﺫَا ﻣَﺮِﺽَ اﻟﻌَﺒْﺪُ، ﺃَﻭْ ﺳَﺎﻓَﺮَ، ﻛُﺘِﺐَ ﻟَﻪُ ﻣِﺜْﻞُ ﻣَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﻳَﻌْﻤَﻞُ ﻣﻘﻴﻤﺎ ﺻَﺤِﻴﺤًﺎ»

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Ibrahim, Abu Ismail As-Saksaki mendengar Abu Burdah bahwa ia menemani Yazid bin Abi Kabsyah dalam perjalanan. Yazid melakukan puasa. Abu Burdah berkata bahwa ia mendengar berkali-kali dari Abu Musa bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: “Jika seseorang sakit atau bepergian maka dia dicatat seperti pahala orang yang melakukan amal ibadah dalam keadaan berdomisili dan sehat” (HR Bukhari)

Hadis ini memang secara teks mengarah kepada puasa. Namun sudah digali dalilnya oleh para ulama juga berlaku untuk ibadah shalat:

Baca Juga >  5 Tujuan Zakat dalam Islam

ﻭَﻗَﺎﻝَ اﻟﺴُّﺒْﻜِﻲُّ اﻟْﻜَﺒِﻴﺮُ ﻓِﻲ اﻟْﺤَﻠَﺒِﻴَّﺎﺕِ ﻣَﻦْ ﻛَﺎﻧَﺖْ ﻋَﺎﺩَﺗُﻪُ ﺃَﻥْ ﻳُﺼَﻠِّﻲَ ﺟَﻤَﺎﻋَﺔً ﻓَﺘَﻌَﺬَّﺭَ ﻓَﺎﻧْﻔَﺮَﺩَ ﻛُﺘِﺐَ ﻟَﻪُ ﺛَﻮَاﺏُ اﻟْﺠَﻤَﺎﻋَﺔِ

As-Subki senior berkata dalam Al-Halabiyat: “Seseorang yang kebiasaan shalat berjamaah kemudian kesulitan melakukan jamaah -ia pun shalat sendirian- maka tetap dicatat pahala berjamaah” (Fathul Bari 6/137)

Demikian pula dikuatkan oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar Al Asqalani:

ﻭَﺃَﻳْﻀًﺎ ﻓَﻔَﻀْﻞُ اﻟْﺠَﻤَﺎﻋَﺔِ ﺣَﺎﺻِﻞٌ ﻟِﻠْﻤَﻌْﺬُﻭﺭِ ﻟِﻤَﺎ ﺳَﻴَﺄْﺗِﻲ ﻓِﻲ ﻫَﺬَا اﻟْﻜِﺘَﺎﺏِ ﻣِﻦْ ﺣَﺪِﻳﺚِ ﺃَﺑِﻲ ﻣُﻮﺳَﻰ ﻣَﺮْﻓُﻮﻋًﺎ ﺇِﺫَا ﻣَﺮِﺽَ اﻟْﻌَﺒْﺪُ ﺃَﻭْ ﺳَﺎﻓَﺮَ ﻛُﺘِﺐَ ﻟَﻪُ ﻣَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﻳَﻌْﻤَﻞُ ﺻَﺤِﻴﺤًﺎ ﻣﻘﻴﻤﺎ

Keutamaan pahala jamaah tetap diperoleh bagi orang yang mendapat uzur, berdasarkan hadis yang terdapat dalam riwayat Al Bukhari dari Abu Musa secara marfu’: “Jika seseorang sakit atau bepergian maka dia dicatat seperti pahala orang yang melakukan amal ibadah dalam keadaan berdomisili dan sehat” (Fathul Bari 2/136)

Penulis: KH Ma’ruf Khozin, Ketua Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur.