Ustadz Hilmi Firdausi

Ustadz Hilmi Firdausi Tolak Islam Nusantara, Gus Nadir Jawab dengan Cerdas

Posted on

Berita NU, BANGKITMEDIA.COM

YOGYA-  Sejak tampil di acara ILC TV One, nama Ustadz Hilmi Firdausi makin moncer. Akun twitternya @hilmi28 makin banyak pengikutnya. Tapi saat ini, Ustadz Hilmi menolak Islam Nusantara yang sudah digaungkan oleh Nahdlatul Ulama’ (NU). Baginya, yang ada adalah Muslim Nusantara, Islam tetap rahmatan lil’alamin.

Penolakan Ustadz Hilmi ini seiring dengan cuitan Gus Nadirsyah Hosen dalam akun twitternya @na_dirs yang menjelaskan bahwa Islam itu aqidahnya sama sedunia. Tapi aplikasi dan ekspresi keislaman ada muatan lokalnya. Gus Nadir mencontohkan KFC yang jualan ayam goreng, tapi di Indonesia mereka juga jualan nasi. Di Australia cuma pakai kentang. Namanya tetap KFC. Kalau paham ini, tidak sulit untuk memahami Islam Nusantara.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

“Menganalogikan Islam Nusantara dgn Resto cepat saji adlh sebuah kesalahan. Berarti nanti boleh donk budaya India, Jepang, dll dimasukkan ke dalam Islam sebagai kearifan lokal?,” tulis Hilmi dalam twitternya (04/07).

“Boleh. Kenapa tidak? Selama budaya lokal tidak bertentangan dengan Islam, bisa diadopsi dalam praktek dan ekspresi keislaman baik di Jepang, Eropa, Australia,, dll,” jawab Gus Nadirsyah Hosen yang juga Rais Syuriah PCI NU Australia-New Zealand.

Baca Juga >  Sambut Anggota Baru, Pelajar NU Mantrijeron Ziarah ke Makam Pendiri IPNU-IPPNU

Baca Juga: Banyak Yang “Gagal Paham” Terkait Islam Nusantara, Kenapa?

“Ustaz @hilmi28 kaidah mengambil muatan lokal dalam Islam sudah dijelaskan para ulama. Kaidahnya: 1) al-‘Adah Muhakkamah, 2. al-Ma’ruf ‘urfan ka al-Masyrut Syartan, 3. al-Tsabit bil dalalatil urf kal tsabit bil dalalatin nash, 4. Ma raahu al-muslimun hasanan fa huwa ‘indallah hasan,” lanjut Gus Nadir.

“Kalau Ustaz @hilmi28 bisa membedakan, 1) mana syari’ah dan mana fiqh. 2)  mana ibadah mahdhah dan ghair mahdhah. 3) mana ushul dan furu’. Gak susah kok mau memahami Islam NUsantara itu. Kecuali memang sengaja gak mau paham,” pungkas Gus Nadir.

Jawaban cerdas Gus Nadir ini tidak mendapatkan balasan sama sekali dari Ustadz Hilmi. Padahal, terlihat sekali Gus Nadir siap menerima diskusi dan sanggahan. Perdebatan ini tersebar luas di berbagai grup medsos, dan tak ada balasan apapun dari Ustadz Hilmi. (im)