Tim PBNU

Tim PBNU Tinjau Lokasi Calon Tuan Rumah Muktamar 2020 di Yogyakarta

Posted on

Selasa pagi, 17 September 2019. Rombongan PBNU mendarat di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta disambut Pengurus PWNU DIY, yakni KH Fahmy Akbar Idries dan KH Mukhtar Salim. Rombongan PBNU terdiri dari H. Robikin Emhas, H Andi Najmi, H. Suwadi Pranoto, H. Umarsyah, dan Gus Aizzudin.

“Kedatangan kami dalam rangka meninjau lokasi calon tuan rumah muktamar NU 2020 nanti. Kandidatnya banyak, termasuk Yogyakarta,” tegas H Robikin Emhas, salah satu Ketua PBNU.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Menurut KH Fahmy Akbar Idries, rombongan tim PBNU akan meninjau calon lokasi yang disiapkan PWNU DIY.

“Dengan datang di lokasi, maka tim PBNU bisa menyaksikan langsung kondisi tempat yang kita siapkan. Semoga DIY segera ditetapkan sebagai tuan rumah Muktamar,” tegas Fahmy yang juga wakil Ketua PWNU DIY.

Dari bandara, tim PBNU meninjau alun-alun utara dan Masjid Gede Kauman. Para kiai ini mengecek langsung kondisi alun-alun utara dan kemudian menikmati indahnya Masjid Gede Kauman.

Dari Kauman, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Masjid Pathok Negoro Mlangi, Sleman. KH Chasan Abdullah sudah menyambut tamu rombongan ini di depan pintu masjid.

“Selamat datang di Mlangi,” tegas Kyai Chasan yang juga Katib Syuriah PWNU DIY. Kyai Chasan juga pengasuh Pesantren Assalafiyah Mlangi.

Suasana pembicaraan Kyai Chasan dengan rombongan PBNU berlangsung santai dan penuh canda.

“Masjid Mlangi ini hidup 24 jam. Kegiatan tak pernah sepi. Peziarah juga datang dari berbagai penjuru Nusantara,” kisah Kyai Chasan.

Kyai Chasan juga menceritakan sosok Mbah Nur Iman (yang dimakamkan di belakang masjid) sebagai sosok yang luar biasa. Berkat jasa Mbah Nur Iman, Mlangi menjadi kampung santri.

“Mbah Nur Iman sebenarnya putra raja, tapi milih menjadi ulama’,” tegasnya.

Di depan Masjid Mlangi ini tertera logo NU dengan sangat indah. Siapa saja yang datang ziarah ke makam Mbah Nur Iman akan menyaksikan logo NU pertama kalinya. Rombongan PBNU di Mlangi sampai jam 10.00 WIB, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Pesantren Sunan Pandanaran Ngaglik Sleman.

KH Jazilus Sakho’, sang tuan rumah, sudah berdiri di depan pesantren menyambut rombongan PBNU. Gus Sakho’, panggilannya, juga ditemani para kyai, yakni KH Mas’ud Masduqi (Rais Syuriah PWNU DIY), KH Jadul Maula, KH Masharun Ghozali, Dr Fathurrahman, Masyhuri, Muhyiddin, dan para asatidz.

Baca Juga >  Tingkatkan Kompetensi Guru, LP Ma'arif NU Adakan Bimtek

“Selamat datang di Pesantren Sunan Pandanaran,” kata Gus Sakho’ menyambut para tamu rombongan PBNU.

Tim PBNU ini kemudian menikmati suasana santai di lingkungan pesantren. Sembari menikmati teh hangat, pembicaraan berlangsung dengan humor, juga serius. Canda dan tawa tetap tak bisa lepas dari suasana.

Setelah singgah di Ndalem Pengasuh, tim PBNU kemudian diajak keliling melihat langsung kondisi fisik Pesantren Sunan Pandanaran. Mulai bangunan kompleks tahfidz, MA Sunan Pandanaran, kompleks asrama santri, hall pesantren, lapangan, makam pendiri pesantren KH Mufid Mas’ud, dan sampai di Kampus STAI Sunan Pandanaran.

Ketika di makam Mbah Mufid, Kyai Mas’ud Masduqi memimpin doa dengan khidmat.

“Ketika kyai  tadi berdoa, lantunan doanya sangat syahdu, apalagi juga doa untuk suksesnya Yogya dan pesantren ini jadi tuan rumah muktamar,” kata Pak Andi Najmi saat rehat santai di Kampus STAISPA.

Dengan santai, Kyai Mas’ud menjelaskan bahwa doanya tadi tanpa direncanakan. Ketika di makam Mbah Mufidh, doa yang mengalir ternyata doa untuk terpilihnya Yogya dan pesantren Pandanaran sebagai tuan rumah muktamar.

“Tanpa rencana. Ya mengalir saja..” jawab Kyai Mas’ud penuh senyum.

Selesai rehat santai, Gus Sakho’ mengucapkan terima kasih atas kehadiran semuanya.

“Matur suwun, semoga sukses semuanya,” kata Gus Sakho’ penuh tawadlu.

“Pandanaran ini memang istimewa. Kondisi pesantrennya sangat tepat untuk jadi tuan rumah muktamar,” kata Muhyidin penuh harap.

Pukul 12.30 WIB, rombongan kemudian melaju menuju Masjid Pathok Negoro Ploso Kuning. Rombongan menikmati suasana masjid yang indah dan nyaman.

“Semoga sukses DIY jadi tuan rumah muktamar,” pungkas Kyai Fahmy. (Hadi/Yayan/red)