Tata Cara Wudhu Lengkap dengan Doa dan Penjelasannya

Tata Cara Wudhu Lengkap dengan Doa dan Penjelasannya

Posted on

Tata cara wudhu lengkap dengan doa dan penjelasannya merupakan hal yang sangat dibutuhkan dalam mempelajari wudhu. Selain agar mudah dipelajari, juga memberi kenyamanan pada pembaca tentunya. Wudhu merupakan salah satu hal yang paling menentukan sah atau tidaknya shalat. Oleh karena itu wudhu menjadi pembahasan yang tidak bisa terpisah dari semua ibadah yang disyariatkan harus dalam keadaan suci saat pelaksanaanya. Oleh Sebab itu pula kali ini kami akan membahas tata cara wudhu yang benar lengkap dengan doa dan penjelasannya. Agar lebih jelas dan mudah dipahami dalam pembahasan kali ini kami akan menguraikan terkait pengertian wudhu, fardhu wudhu, syarat-syarat wudhu, sunnah-sunnah wudhu, hal-hal yang dapat membatalkan wudhu serta doa doa dalam setiap anggota wudhu. Berikut penjelasannya dan selamat membaca.

Pengertian wudhu dan Tata Cara Wudhu

Pembahasan mengenai tata cara wudhu lengkap dengan doa dan penjelasannya tentu akan kurang lengkap jika kita belum memahami apa itu wudhu. Berikut penjelasannya mengenai pengertian wudhu dan tata cara wudhu. Wudhu menurut bahasa artinya bersih dan indah, sedang menurut syara’ artinya membersihkan anggota wudhu untuk menghilangkan hadats kecil. Jadi tata cara wudhu artinya adalah tata cara membersihkan diri dari hadats kecil.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Orang yang hendak melaksanakan ibadah seperti shalat, tawaf, memegang mushaf Al-Qu’an harus berwudu terlebih dahulu, karena wudhu merupakan bagian dari syarat sahnya shalat. Sehingga shalat tanpa wudhu akan sia-sia.

Whudu sendiri dalam keseluruhan anggotanya yang harus di basuh dan apa saja yang harus dilakukan di dalamnya dibagi menjadi beberapa bagian yang harus dipahami, di antaranya: Fardhu Wudhu, Syarat-syarat wudhu,  sunnah-sunnah whudu dan hal-hal yang membatalkan wudhu. penjelasan masing- masing pembagiannya sebagai berikut:

Penjelasan Fardhu Wudhu yang Harus Diketahui

Selanjut nya mengenai tata cara wudhu lengkap dengan doa dan penjelasannya ini tidak akan ada artinya jika kita tidak bisa membedakan mana anggota whudu yang masuk dalam kategori fardhu dan sunnah wudhu. Oleh karena ituberikut penjelasan  fardhu wudhu yang harus diketahui. Fardhu wudhu artinya hal-hal yang wajib dilaksanakan dalam wudhu. atau wudhu tidak akan sah jika hal tersebut ditinggalkan. adapun bagian atau anggota yang masuk dalam kategori fardhu wudhu adalah: Niat Wudhu, Membasuh wajah, membasuh kedua tangan sampai siku, membasuh sebagian rambut atau kepala, membasuh kedua kaki sampai mata kaki, dan tertib atau berurutan. Berikut penjelasan masing masing anggota fardu wudhu:

Niat Wudhu

Niat Wudhu merupakan fardhu wudhu pada urutan pertama. Oleh sebab itu dalam penjelasan tata cara wudhu lengkap dengan doa dan penjelasannya ini, niat merupakan kunci utama. Tempat niat adalah dalam hati, Adapun dengan lisan adalah untuk membantu atau memandu  hati dalam melaksanakan niat. Pelaksanaan niat dilakukan bersamaan dengan membasuh muka. Membasuh muka yang dimaksud dalam hal ini adalah basuhan pertama. Artinya pada saat membasuh muka tersebut tersebut secara bersamaan dilakukan pembacaan niat dalam hati.

Membasuh Wajah

Membasuh wajah merupakan Fardhu wudhu pada urutan ke dua. Oleh sebab itu membahas tata cara wudhu lengkap dengan doa dan penjelasannya tidak lengkap jika mengabaikan pembahasan ini. Membasuh wajah adalah membasuh semua wajah. Batasan wajah dalam wudhu terbentang antara dua telinga dan memanjang antara tempat tumbuhnya rambut kepala hingga bawah dagu tempat tumbuhnya rambut jenggot.  Jika ada botak di kepala, yang ditumbuhi rambut tipis, maka botak itu harus ikut di basuh, karena termasuk dalam kategori wajah atau muka. Liahat gambar beikut, batasan membasuh wajah dalam wudhu sesuai tanda panah pada gambar.

Membasuh Kedua Tangan Sampai Siku

Membasuh kedua tangan sampai siku merupakan fardhu wudhu pada urutan ke tiga. Oleh karena itu pembahasan tata cara wudhu lengkap dengan doa dan penjelasannya harus memahami betul batasa basuhan pada anggota ini. Membasuh kedua tangan sampai siku artinya membasuh dengan meratakan air ke segenap kulit tangan mulai dari ujung kuku, sela-sela jari hingga kedua siku, termasuk juga rambut atau bulu yang tumbuh di atas kulitnya. Begitu juga berbagai kotoran yang menempel di atas kulit, seperti cat ataupun tinta, semua harus dihilangkan terlebih dahulu. Karena menghalangi kulit dari air wudhu.

Tata Cara Wudhu Lengkap dengan Doa dan Penjelasannya

 

Membasuh Sebagian Rambut atau Kepala

Membasuh sebagian rambut atau kepala merupakan fardhu wudhu pada urutan ke empat. Membasuh dalam hal ini tidak ada batasan tertentu. Andaikan mengusap semua kepala tidak apa-apa, ataupun membasuhnya juga boleh bahkan sekedar menempelkan telapak tangan yang telah dibasahi dengan air ke atas kepala tanpa menggerakkan tangan juga boleh.

Membasuh Kedua Kaki Sampai Mata Kaki

Membasuh kedua kaki sampai mata kaki merupakan fardhu wudhu pada urutan ke lima.  Membasuh kedua kaki sampai mata kaki termasuk juga sela-sela jari, dan juga berbagai hal yang ada di atas kulit kaki seperti rambut atau bulu yang tumbuh pada kulit kaki.

 

Tertib atau Berurutan

Terib atau berurutan merupakan fardhu wudhu pada urutan ke enam. Tertib adalah melaksanakan semua fardhunya wudhu di atas secara urut. Jika tidak urut, maka wudhunya dianggap tidak sah.

Setelah pembahsan fardhu wudhu atau hal-hal yang harus dilakukan dalam wudhu, Selanjutnya adalah pembahasan mengenai syarat-syarat wudhu. Adapun syarat-syarat wudhu di antaranya adalah:

Syarat- Syarat Wudhu yang Harus Dipenuhi

Syarat-syarat wudhu yang harus dipenuhi artinya hal-hal penunjang yang harus terpenuhi dalam berwudhu, jika tidak terpenuhi maka wudhu tidak sah. Adapun syarat-syarat wudhu adalah: Islam, Tamyiz (dapat membedakan hal yang baik dan buruk), tidak berhadats besar, menggunakan air yang suci lagi mensucikan, tidak ada yang menghalangi air sampai ke anggota wudhu, dan mengetahui mana fardhu wudhu dan mana sunnah wudhu. Berikut rincian penjelasannya:

Islam

Islam atau beragama merupakan syarat wudhu yang pertama. Artinya wudhu dalam hal ini hanya sah jika orang yang berwudhu merupakan orang Islam. Jika bukan orang Islam secara otomatis wudhunya tidak sah atau tidak berlaku. Sehingga sebelum berwudhu, agar wudhu sah maka harus Beragama Islam terlebih dahulu.

Tamyiz

Tamyiz atau keadaan seseorang yang dapat membedakat mana yang baik dan mana yang buruk. Hal ini termasuk syarat wudhu yang ke dua. Artinya jika wudhu tidak sah jika orang yang berwudhu tidak bisa atau belum bisa membedakan mana hal yang baik dan mana hal yang buruk dari suatu pekerjaan.

Tidak Berhadats Besar

Tidak berhadats besar merupakan syarat wudhu yang ke tiga. Artinya wudhu tidak sah jika orang yang berudhu dalam keadaan berhadats besar seperti junub dan hal hal lainnya yang mewajibkan mandi wajib. Sehingga sebelum berwudhu, jika dalam keadaan hadats besar maka harus mandi terlebih dahulu baru berwudhu untuk melaksanakan Shalat dan ibadah lainnya.

Dengan Air Suci lagi Mensucikan

Membasuh anggota wudhu dengan air yang suci lagi mensucikan merupakan syarat wudhu yang ke empat. Artinya wudhu tidak sah jika menggunakan air yang tidak suci lagi mensucikan. Sehingga jika ingin wudhu sah, maka berwudhu harus menggunakan air yang suci lagi mensucikan. Adapun air suci mensucikan seperti: Air hujan, air sumur, air laut, air sungai, air salju, air telaga dan air embun.

Lebih jelasnya diperinci lagi dalam pembagian air. Ditinjau dari segi hukumnya, air dapat dibagi menjadi empat bagian, yaitu:

  1. Air suci dan mensucikan, yaitu air mutlak. Artinya air yang masih murni, dapat digunakan untuk bersuci dengan tidak makruh. Air mutlak artinya air yang sewajarnya.
  2. Air suci dan mensucikan tetapi makruh digunakan, yaitu air musyammas atau air yang dipanaskan dengan matahari ditempat atau wadah selain emas. Artinya jika air tesebut berwadahkan emas maka kemakruhannya hilang. atau tidak makruh digunakan.
  3. Air suci tetapi tidak mensucikan, yaitu air yang sudah dipergunakan untuk bersuci untuk menghilangkan hadats atau najis walaupun tidak berubah rasa, warna, dan baunya.
  4. Air muta najis, yaitu air yang terkena najis atau kemasukan najis, sedang jumlahnya kurang dari 2 kulah. Maka air semacam ini tidak suci dan tidak mensucikan. Misal seperti air dalam ember yang ukurannya tidak mencapai 2 kulah atau sekitar 60 cm x 60 cm x 60 cm = 216000 cm kubik atau 216 liter. Tetapi jika air tersebut mencapai ukuran 2 kulah dan tidak berubah baunya akibat najis tersebut, maka air tersebut sah digunakan berwudhu.

Tidak Ada Sesuatu yang Menghalangi Air Sampai ke Anggota Wudhu

Tidak ada sesuatu yang menghalangi air sampai ke anggota wudhu merupakan syarat wudhu yang ke lima. Artinya jika air wudhu terhalang untuk sampai pada anggota wudhu maka wudhunya tidak sah. Sehingga sebelum berwudhu harus dipastikan tidak ada sesuatu  penghalang menempel pada anggota wudhu. Misal Cat, Getah dan lain sebagainya.

Mengetahui Mana yang Fardhu dan mana yang Sunnah dalam Wudhu

Mengetahui mana yang fardhu dan mana yang sunnah dalam wudhu merupakan syarat wudhu yang terakhir. Artinya orang yang akan berwudhu harus mengetahui dan memahami mana anggota wudhu yang masuk dalam kategori fardhu dan mana anggota wudhu yang masuk kategori sunnah. Itulah beberapa poin terkait syarat-syarat wudhu yang harus dipahami dengan baik.

Setelah pembahasan mengenai fardhu dan syarat wudhu, selanjutnya adalah pembahasan terkait sunnah-sunnah wudhu.  Adapun sunnah-sunnah wudhu di antaranya sebagai berikut:

Sunnah- Sunnah Wudhu yang Harus Dipahami

Sunnah-sunnah wudhu yang harus dipahami maksudnya adalah hal-hal yang dusunnahkan untuk dilakukan dalam berwudhu. Artinya jika dilakukan akan mendapat tambahan pahala dan jika ditinggalkan tidak apa apa atau tidka berdosa. Sebagai muslim yang baik tentu dalam melaksanakan wudhu pasti menginginkan wudhu yang sempurna. Namun jika dalam kondisi tertentu, misalnya terburu buru, perkara sunnah dalam berwudhu jika ditinggalkan tidak akan berdampak buruk pada wudhu kita. Adapun hal hal yang disunnahkan dalam berwudhu di antaranya adalah Bersiwak (sikat gigi), membaca basmalah (bismillahirrahmanirrahim) ketika hendak berwudhu, membasuh kedua tangan sampai pergelangan, Berkumur-kumur, membasuh lubang hidung, mengusap atau seluruh kepala dengan air, mendahulukan anggota yang kanan daripada kiri, membasuh telinga, membasuh sebanyak 3 kali. Berikut kami uraikan penjelasan lebih rinci terkait sunnah- sunnah wudhu:

Bersiwak

Bersiwak atau sikat gigi atau menggosok gigi merupakan kesunnahan dalam berwuduk. waktu melakukannya adalah sebelum memulai berwudu. Jika tidak ada siwak (kayu siwak), bisa menggunakan sikat gigi, jika tidak ada sikat gigi, bisa menggunakan apa saja yang bisa dipakai menggosok hihi asal bersih dan suci. Misal seperti kain dll.

Membaca Basmalah

Membaca basmalah atau bismillahirrahmanirrahim merupakan kesunahan dalam berwudhu. Membaca basmalah dilakukan pada awal pertama kali akan melakukan wudhu dengan kalimat yang ringkas “bismillah” atau dengan kalimat sempurna “bismillahirrahmanirrahim”. Jika di awal berwudu belum membaca basmalah dikarenakan lupa maka pembacaannya bisa disusulkan dipertengahan, namun jika sampai akhir belum membaca ditinggalkan tidak masalah.

Membasuh Kedua Tangan Sampai Pergelangan

Membasuh kedua telapak tangan sampai dengan pergelangan tangan merupakan kesunahan dalam berwudu. Hal ini dilakukan sebelum berkumur. Bila air yang digunakan untuk berwudhu berada pada ember atau wadah yang vulomenya kurang dari dua qullah maka sebelum kedua telapak tangan dimasukkan ke wadah tersebut terlebih dahulu dibasuh sebanyak tiga kali bila ragu akan kesucian kedua telapak tangan tersebut.

Berkumur-kumur

Berkumur-kumur merupakan kesunnahan dalam berwudhu. Berkumur dilakukan setelah membasuh kedua telapak tangan. Berkumur-kumur bisa dilakukan dengan cara memasukkan air ke dalam mulut kemudian berkumur lalu membuangkannya.

Membasuh Lubang Hidung

Membasuh lubang hidung merupakan kesunahan dalam berwudhu. Hal tersebut dilakukan setelah berkumur- kumur dan sebelum membasuh wajah. Membasuh lubang hidung dapat dilakukan dengan membasuh lubang hidung atau dengan cara menghirup air lalu menyemprotkannya kembali. Namun ketika dalam keadaan berpuasa cukup membasuhnya saja dan tidak menghiru karena dikhawatirkan membatalkan puasa jika terhirup sampai masuk ke tenggorokan.

Megusap Atau Membasuh Seluruh Kepala dengan Air

Mengusap atau membasuh seluruh kepala merupakan kesunnahan dalam berwudu. Hal ini dilakukan pada saat mengusap kepala pada poin fardhu wudu. Jika dalam fardhu wuduk cukup memnusap atau membasuh sebagian kepala saja, maka mengusap atau membasuh secara keseluruhan kepala adalah disunnahkan.

Mendahulukan Anggota yang Kanan dari yang Kiri

Mendahulukan anggota yang kanan merupakan kesunahan dalam berwudu. Cara melakukannya sangat mudah, yaitu cukup dengan mendahulukan bagian kanan dari yang kiri pada masing masing anggota wudhu. Misal tangan, maka medahulukan tangan yang kanan baru tangan kiri.

Baca Juga >  Amalan Doa Malam Jum'at dan di Hari Jum'at Sesuai Sunnah Nabi

Membasuh Telinga

Membasuh telinga baik bagian luar maupun bagian dalam daun telinga merupakan kesunahan dalam berwudhu. Caranya dengan membasuh bagian dalam daun telinga sekaligus bagian luar atau punggung telinga.

Membasuh Sebanyak Tiga Kali

Membasuh sebanyak tiga kali merupakan kesunahan dalam berwudhu. Caranya adalah dengan mengulang sebanyak tiga kali basuhan pada setiap anggota wudhu. Misal mencuci tangan sekali, dulangi lagi sampai tiga kali baru lanjut ke anggota lainnya.

Setelah pembahasan mengenai fardhu wudhu, syarat wudhu, dan sunnah wudhu, selanjutnya adalah pembahasan terkait hal-hal yang membatalkan wudu. Adapun hal- hal yang dapat membatalkan wudhu adalah sebagai berikut:

Hal-hal yang Dapat Membatalkan Wudhu yang Harus Diketahui

Hal-hal yang dapat membatalkan wudhu adalah perkara atau keadaan yang dapat membatalkan wudhu. Artinya jika seserang berada dalam keadaan atau melakukan hal-hal tersebut maka wudhunya batal. Adapun hal hal yang dapat membatalkan wudhu di antaranya adalah: Keluar sesuatu dari dubur dan qubul, hilang akal, Bersentuhan kulit dengan lawan jenis yang bukan muhrim, Menyentuh atau memegang kemaluan dengan telapak tangan. Berikut kami uraikan penjelasan lebih rinci terkait hal-hal yang dapat membatalkan wudhu:

Keluar Sesuatu dari Dubur dan Qubul

Keluarnya sesuatu dari dubur dan qubul termasuk perkara yang dapat membatalkan wudhu. Artinya jika ada sesuatu yang keluar dari dubur atau qubul maka wudhunya batal. Misal buang air kecil atau besar, buang angin atau apa saja yang keluar dari dubur dan qubul.

Bersentuhan Kulit dengan Lawan Jenis yang Bukan Muhrim

Bersentuhan kulit dengan lawan jenis yang bukan muhrim termasuk hal yang dapat membatalkan wudhu. Maksudnya adalah jika seseorang bersentuhan kulit dengan lawan jenis sesama dewasa atau baligh yang bukan muhrim. Muhrim di sini maksudnya adalah setiap orang yang tidak boleh dinikahi baik karena seibu kandung ataupun sepersusuan. Jika bersentuhan dengan muhrim wudhu tidak batal, namun jika bersentuhan dengan selain muhrim maka batal. Sering ada pertanyaan bagaimana jika bersentuhan dengan istri? dalam konteks ini, jika bersentuhan dengan istri secara otomatis wudhunya batal, karena istri bukan termasuk muhrim.

Menyentuh atau Memegang Kemaluan dengan Telapak Tangan

Menyentuh atau memegang kemaluan dengan telapak tangan termasuk hal yang dapat membatalkan wudhu. Menyentuh dalam hal ini baik disengaja atau tidak, baik kemaluan sendiri maupun orang lain. Menyentuh kemaluan dengan telapak tangan artinya menyentuh dengan tangan bagian dalam, termasuk bagian dalam jari tangan. Demikian pembahasan terkait hal-hal yang dapat membatalkan wudhu.

Setelah pembahasan mengenai fardhu wudhu, syarat wudhu, dan sunnah wudhu,dan hal-hal yang membatalkan wudu. Selanjutnya adalah pembahasan terkait tata cara berwudhu. Adapun tata cara berwudhu adalah sebagai berikut:

Tata Cara Wudhu dan Penjelasannya

Setiap ibadah yang mensyariatkan harus dalam keadaan suci dalam pelaksanaannya secara otomatis harus berwudhu. Agar kesempurnaan wudhu bisa dicapai dengan baik maka harus mengetahui dan memahami tata caranya. Sebelum berwudhu kita harus membersihkan najis najis yang ada pada badan terlebih dahulu. Terkait tata cara wudhu lengkap dengan doa dan penjelasannya, berikut kami uraikan penjelasannya:

  1. Membaca basmalah (bismillahirrahmanirrahim), sambil mencuci kedua belah tangan sampai pergelangan tangan.
  2. Berkumur-kumur, yaitu dengan memasukkan air kedalam mulut dan berkumur dan mengeluarkannya kembali sebanyak tiga kali.
  3. Mencuci lubang hidung sebanyak tiga kali
  4. Membasuh wajah sebanyak tiga kali dengan membaca niat secara bersamaan pada basuhan pertama. Adapun niatnya wudhu sebagai berikut:Tata Cara Wudhu Lengkap dengan Doa dan Penjelasannya

    نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

    Bacaan Niat Wudhu latin:

    Nawaitul whudu-a lirof’il hadatsil ashghori fardhon lillaahi ta’aalaa”

    Artinya:

    “Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadast kecil fardu (wajib) karena Allah ta’ala”

  5. Membasuh kedua tangan sampai siku sebanyak tiga kali
  6. Membasuh sebagian rambut atau kepala.
  7. Membasuh kedua belah telinga
  8. dan yang terakhir membasuh kedua kaki sampai mata kaki.

Keterangan:

Melaksanakan pekerjaan-pekerjaan tersebut harus tertib dan urut. Artinya harus mendahulukan rukun yang posisi urutannya lebih awal dan mengakhirkan rukun yang posisi urutannya di akhir. Jika pelaksanaanya tidak urut sesuai urutan yang telah dijelaskan maka wudunya tidak sah. Jarak pelasanaan antara anggota wudhu yang satu dengan lainnya tudak boleh berjarak dengan waktu yang lama. Batasan lama di sini adalah basuhan selanjutnya tidak boleh menunggu kering basuhan sebelumnya. Artinya basuhan harus segera dilanjutkan sebelum basuhan sebelumnya mengering.

Setelah selesai berwdhu kemudian dilanjutkan dengan berdoa. adapun lafadz doa setelah wudhu sebagai berikut:

Tata Cara Wudhu Lengkap dengan Doa dan Penjelasannya

اَشْهَدُاَنْ لَااِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ. وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنِىْ مِنَاالتَّوَّابِيْنَ، وَجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ، وَجْعَلْنِىْ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ

Latin:

“Asyhadu allaa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalahu . Wa asyhadu anna Muhammadan’abduhu wa rasuuluhu Allahumma-j alnii minattabinna waj alnii minal mutathohiirina waj alnii min ‘ibadatishalihin.”

Artinya:

“Saya bersaksi tiada Tuhan melainkan Allah yang esa , tiada sekutu bagi-Nya . Dan saya bersaksi bahwa nabi Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya . Ya Allah jadikanlah saya orang yang ahli taubat , dan jadikanlah saya orang yang suci , dan jadikanlah saya dari golongan hamba-hamba-Mu yang shaleh.”

Adapun doa wudhu dalam versi lengkap dalam setiap anggota wudhu, berikut kami cantumkan menurut Imam Al Ghazali:

Doa Wudhu Lengkap Menurut Imam Al Ghazali

Dalam doa wudhu lengkap ini kami sajikan versi doa wudhu lengkap menurut Imam al-Ghozali dalam dalam Kitab Bidayatul Hidayah.

1. Menghadap kiblat untuk memulai wudhu berdoa:

بسم الله الرحمن الرحيم، رب أعوذ بك من همزات الشياطين وأعوذ بك رب بأن يحضرون.

Bismillahirrahmanirrahim. Robbi a’udzubika min hamazatisyyayatiin wa a’udzubika robbi an yahdzurun.

Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih dan maha penyayang. Ya Allah saya mohon perlindungan dari gangguan Syaitan dan Dengan perlindunganmu Ya Allah saya mohon Syaitan-syaitan itu tidak datang menggangguku.

2. Membasuh kedua tangan, dengan berdoa:

اللهم إني أسألك اليمن والبركة، وأعوذ بك من الشؤم والهلكة.

Allahumma inni as’alukal yumna wal barokah, wa a’udzubika minasyu’mi wal halakah.

Ya Allah hamba mohon kepadamu diberi kekuatan untuk taat beribadah dan bertambah kebaikan. Dan aku berlindung kepadamu dari perkara buruk dan kerusakan.

3. niat wudhu. Lalu berkumur, dan berdoa:

اللهم أعني على تلاوة كتابك وكثرة الذكر لك، وثبتني بالقول الثابت في الحياة الدنيا وفي الآخرة.

Allahumma i’inni ‘ala tilawati kitabika wakatsrotidzikri watsabbitni bilqouli tsabiti fil hayatiddunya wa fil akhiroh.

Ya Allah berikanlah pertolongan kepadaku dalam membaca kitab-Mu dan Banyak berdzikir. Dan tetapkanlah kepadaku dengan ucapan yang tetap di dalam kehidupan dunia dan akhirat

4. Menghisap air ke hidung, dan berdoa:

اللهم أرحني رائحة الجنة وأنت عني راض. اللهم إني أعوذ بك من روائح النار وسوء الدار.

Allahumma arihni ro ihatal jannah wa anta ‘anni rodlin. Allahumma nni a’udzubika in rowaihinnari wa su’iddar.

Ya AllAh berikanlah padaku aroma surga dan ridhoilah diriku. Ya Allah aku mohon perlindungan-Mu dari berbagai macam bau neraka dan buruknya tempat tinggal.

5. Membasuh muka dan berdoa:

اللهم بيض وجهي بنورك يوم تبيض وجوه أوليائك، ولا تسود وجهي بضلماتك يوم تسود وجوه أعدائك.

Allahumma Bayyidl Wajhi binuurika yauma tabyadlu wujuhu auliyaaika, Wala Tusawwid wajhi bidlulmatika yauma taswadul wujuhu a’da ika.

Ya Allah putihkanlah wajahku dengan nur-Mu pada hari di mana engkau memutihkan wajah kekasih-kekasihmu. Dan janganlah engkau hitamkan wajahku dengan kegelapan dihari engkau hitamkan wajah musuh-musuh -Mu.

6. Membasuh kedua tangan sampai siku dan berdoa:

أعطني كتابي بيميني، وحاسبني حسابا يسيرا. اللهم إني أعوذ بك أن تعطيني كتابي بشمالي أو من وراء ظهري.

Allahumma a’thini kitabi biyamini wahasibni hisaban yasiro. Allahumma inni a’udzubika an tu’tiyani kitabi bi syimali au min dhohri

Ya Allah berikanlah kitabku dengan tangan kananku dan hisablah dengan hisab yang ringan. Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari menerima pemberian kitabku menggunakan tangan kiri atau dari belakangku.

7. Membasuh rambut kepala dan berdoa:

اللهم غشني برحمتك، وأنزل على من بركاتك، وأظلني تحت ظل عرشك يوم لا ظل إلا ظلك، اللهم حرم شعري وبشرى على النار.

Allahumma ghossini birohmatika, wa anzil ‘alayya min barokatika, wa adhillani tahta dhilli ‘arsyika yauma la dhilla illa dhilluka. allahumma harrim sya’ri wa basyari ‘alannari.

Ya Allah tutupilah diriku dengan rahmat-Mu dan turunkanlah padaku barokahMu, dan naungilah diriku dalam naungan arsyMu, pada hari di mana tidak ada naungan kecuali naunganMu. Dan haramkanlah rambutku dan kulitku dari api neraka.

8. Membersihkan dua kuping dan berdoa:

اللهم اجعلني من الذين يستمعون القول فيتبعون أحسنه، اللهم أسمعني منادى الجنة في الجنة مع الأبرار.

Allahumma ij’alni minalladzina yastami’uunal qoula Fayattabi’una ahsanahu, Allahumma ‘asmi’ni munadiyal Jannah fil jannati ma’al abror.

Ya Allah jadikanlah aku termasuk orang yang mendengarkan perkataan baik, kemudian bisa mengikuti kebaikannya. Ya Alloh perdengarkan lah padaku panggilan surga di surga bersama dengan orang-orang yang baik.

9. Mengusap leher dan berdoa:

اللهم فك رقبتي من النار، وأعوذ بك من السلاسل والأغلال.

Allahumma Fukka Roqobati minannari wa a’udzubika minassalasili wal aghlali.

Ya Allah bebaskanlah leherku dari neraka, dan aku berlindung kepada-Mu dari berbagai rantai dan belenggu neraka.

10. Membasuh di kaki kanan kiri dan berdoa:

اللهم ثبت قدمي على الصراط المستقيم مع أقدام عبادك الصالحين.
اللهم إني أعوذ بك آن تزول قدمي على الصراط في النار يوم تزل أقدام المنافقين والمشركين.

Allahumma tsabbit qodami ‘alasshirotol mustaqimi ma’a aqdami ‘ibadikas sholihin. Allahumma inni a’udzubika an tazila qodami ‘alassiroti finnari yauma tazillu aqdamul munafiqun wal musyrikun.

Ya Allah tetapkanlah telapak kakiku di atas sirotol Mustaqim, bersama telapak kaki hamba-hambaMu yang shalih. Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepadamu agar tidak menggelincirkan telapak kakiku di atas sirot kemudian masuk kedalam neraka pada hari dimana telapak kaki orang munafiq dan musyrik tergelincir

Setelah selesai semua dengan tertib, kemudian membaca doa:

اشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمد عبده ورسوله، تسبحانك اللهم وبحمدك، أشهد أن لا إله إلا أنت، أنت التواب الرحيم، اللهم اجعلني من التوابين؛ واجعلني من المتطهرين، واجعلني من عبادك الصالحين واجعلني صبورا، شكورا، واجعلني أذكرك ذكرا كثيرا، وأسبحك بكرة وأصيلا.

Asyhadu alla ilâha illallahu wahdahu la syarika lahu wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuluhu, subhanakallahumma wa bihamdika asyhadu allaa ilaha illa anta, ‘amiltu suu’an wa dholamtu nafsi astaghfiruka wa atubu ilaika Faghfirli watub ‘alayya innaka antat tawwaburrahiim. allahummaj ‘alni minattawwabiin, waj’alni minal mutathohhiriina, waj’alni min ‘ibadikas sholihina, waj’alni shoburan, syakuron, waj’alni adzkuroka dzikron katsiro, wa usabbihuka bukrotaw wa ashilaa.

Aku bersaksi tidak ada Tuhan kecuali Allah, yang satu, tidak ada sekutu baginya. Aku bersaksi Nabi Muhammad hamba dan rasul nya. Maha suci Engkau. Ya Allah dengan memuji Engkau, aku bersaksi tidak ada Tuhan kecuali Engkau. Saya berbuat kejelekan dan zhalim, aku memohon ampunan Mu dan bertaubat kepada Mu. Maka ampunilah diriku dan terimalah taubat ku karena sesungguhnya engkaulah Dzat yang menerima taubat dan ampunan.

Ya Allah jadikanlah aku termasuk orang yang bertaubat, suci, shalih, sabar, syukur, dan berdzikir kepada-Mu dengan dzikir yang banyak, dan jadikanlah aku orang yang selalu bertasbih di waktu pagi dan sore.

Lalu, kalau ingin ke mesjid dari rumah di jalan berdoa dengan doa tawasul ini:

اللهم إني أسألك بحق السائلين عليك، وبحق الراغبين إليك، وبحق ممشاى هذا إليك؛ فإني لم أخرج أشرا ولا بطرا، ولا رياء، ولا سمعة، بل خرجت اتقاء سخطك، وابتغاء مرضاتك فأسألك أن تنقذني من النار، وأن تغفر لي ذنوبي؛ فإنه لا يغفر الذنوب إلا أنت.

Demikian pembahsan seputar tata cara wudhu lengkap dengan doa dan penjelasannya. Semoga bermanfaat duni dan akhirat.

Selain tata cara wudhu yang di atas ada pula tata cara wudhu lengkap dengan doan dan penjelasannya menurut madzhab Maliki baca di sini

Daftar Bacaan:

Bidayatul Hidayah, pada bab “Adabul Wudhu” dan “Adabul Khuruj ilal Masjid”.

Risalah Shalat Lengkap karya Drs. Moh. Rifa’i

Artikel terkait silahkan baca di sini