Doa Menggerakkan Kemajuan NU, Ijazah Mbah Wahab Chasbullah

Doa Menggerakkan Kemajuan NU, Ijazah Mbah Wahab Chasbullah

Doa Menggerakkan Kemajuan NU, Ijazah Mbah Wahab Chasbullah.

Doa dari KH Wahab Chasbullah terkait dengan jamaah NU terdapat dua macam. Pertama, satu ijazah doa yang tujuannya bila ada hajat mendesak, maka dapat mewiridkannya dengan tatacara dan bilangan tertentu (dijelaskan di buku doa Masyayikh Tambakberas).

Doa tersebut diperoleh para kiai yang menerima ijazah langsung dari Mbah Kiai Wahab. Para kiai tersebut adalah almarhum KHM Sholeh Abdul Hamid, almarhum KH Amanullah Abdurrahim, almarhum KH Masruri Mughni, KH Faiq Hasyim Idris dan Nyai Hj Mu’tamarah Wahab.

Redaksi doa tersebut adalah:

اللهم يَا صَاحِبِى عِنْدَ كُلِّ شِدَّةٍ وَيَا غِيَاثِى عِنْدَ كُلِّ كُرْبَةٍ صَلِّ عَلى مُحَمَّدٍ وَعَلى آلِ مَحَمَّدٍ وَاجْعَلْ لِى مِنْ اَمْرِ……. فَرَجًا وَمَخْرَجًا

Titik titik tersebut adalah hajat yang dimaksud. Dalam beberapa nukilan doa di atas disebut sholawat Umariyyah.

Bagaimana hubungan Doa Menggerakkan Kemajuan NU, Ijazah Mbah Wahab Chasbullah di atas dengan jamaah NU? KH Abdul Mun’im DZ berkisah, pada tahun 2016 mendapatkan ijazah dari KH Mas’ud Masduki (Rois Syuriyah PWNU Yogyakarta) yang mendapatkan ijazah dari KH Tholhah Mansur dari KH Wahib Wahab dari Mbah Kiai Wahab Chasbullah. Doanya tetap di atas, tapi titik titik tersebut diisi dengan frasa “Nahdlatul Ulama” seperti di bawah ini:

اللهم يَا صَاحِبِى عِنْدَ كُلِّ شِدَّةٍ وَيَا غِيَاثِى عِنْدَ كُلِّ كُرْبَةٍ صَلِّ عَلى مُحَمَّدٍ وَعَلى آلِ مَحَمَّدٍ وَاجْعَلْ لِى مِنْ اَمْرِ نَهْضَةِ الْعُلَمَاءِ فَرَجًا وَمَخْرَجًا

“Duhai Zat yang mendampingiku di waktu sedih, pedih dan sempit, dan wahai Zat yang menolongku di saat bingung, curahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad saw, juga kepada keluarganya. Jadikanlah seluruh urusan terkait Nahdlatul Ulama menggembirakan dan memperoleh jalan-keluar.”

Kata Kiai Mun’im, doa di atas untuk menggerakkan dan membangkitkan kembali NU menjelang abad kedua. Kalau untuk doa bersama pakai waj’al lana. Doa di atas tentu penting diamalkan. Alhamdulillahnya para santri sudah mengamalkan dan bahkan nirakati puluhan kali dari doa di atas.

Penulis: Dr KH Ainur Rofiq Al Amin, Tambakberas Jombang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *