Puasa Syawal Hukum, Tata Cara dan Niat Puasa Syawal Arab Latin

Tata Cara Puasa Syawal dan Penjelasannya

Posted on

Tata Cara Puasa Syawal dan Penjelasannya. Ramadhan akan segera berakhir. Umat Islam di seluruh dunia, termasuk Indonesia akan segera merayakan hari raya idul fitri atau hari raya kemenangan di bulan syawal.

Setelah merayakan hari raya idul fitri, umat Islam dianjurkan untuk menjalankan ibadah puasa lagi selama enam hari. Puasa tersebut dikenal sebagai puasa syawal.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Hukum Puasa Syawal

Puasa syawal adalah ibadah puasa sunnah yang dijalankan umat Islam selama enam hari di bulan syawal usai merayakan hari raya idul fitri.

Hukum melaksanakan puasa syawal adalah sunnah muakkadah atau sunnah yang dianjurkan.

Landasan hukum dari puasa syawal adalah hadits dari Rasulullah Saw yang artinya:

Nabi Saw bersabda, “barangsiapa berpuasa penuh di bulan Ramadhan lalu menyambungnya dengan (puasa) enam hari di bulan Syawal, maka (pahalanya) seperti ia berpuasa selama satu tahun.” (HR. Muslim).

Hadits tersebut dijadikan dalil oleh mazhab Syafi’i, Ahmad bin Hanbal dan Abu Daud tentang kesunnahan menjalankan puasa enam hari di bulan syawal. Sementara Imam Abu Hanifah memakruhkan dengan alasan agar tidak memberi prasangka bahwa puasa enam hari hukumnya wajib.

Tata Cara Puasa Syawal

Puasa syawal biasanya dilakukan sehari setelah hari raya idul fitri atau tanggal 2 syawal. Kalangan mazhab Syafi’i menilai bahwa lebih utama menjalankan puasa syawal secara berurutan secara terus menerus. Mulai tanggal 2 syawal seterusnya.

Akan tetapi, adaikan dilakukan secara pisah-pisah atau bahkan dilakukan di akhir bulan syawal, tetap mendapatkan keutamaan seperti hadits tersebut.

Berikut tata cara puasa syawal:

Baca Juga >  Doa Makan Sahur dan Makanan yang Baik untuk Sahur Sesuai Hadis Nabi

Pertama, niat. Sebelum melakukan puasa syawal, disunnahkan untuk melafalkan niat. Akan tetapi, karena puasa syawal adalah puasa sunnah, jika lupa melafalkan niat pada malam hari, niat bisa diucapkan pada siang hari. Dengan catatan yang bersangkutan belum makan, minum dan belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak fajar.

Kedua, sahur. Disunnahkan untuk makan sahur meskipun dengan sedikit makanan atau pun dengan seteguk air minum. Namun, jika tidak sahur, puasanya tetap sah asalkan kuat menjalani puasa dari fajar hingga matahari terbenam.

Ketiga, menahan diri. Menahan diri di sini maksudnya adalah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa. Seperti makan, minum, dan hal-hal lainnya selama menjalani ibadah puasa.

Keempat, berbuka. Seperti pada umumnya puasa, disunnahkan untuk menyegerakan berbuka ketika adzan magrib sudah berkumandang. Berbukalah dengan yang manis.

Niat Puasa Syawal

Niat pada malam hari.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى

“Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnatis syawwali lillahi ta’ala.”

Aku berniat puasa sunah syawal esok hari karena Allah Swt.

Niat pada siang hari.

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى

“Nawaitu shauma hadzal yaumi ‘an ada’i sunnatis syawwali lillahi ta’ala.”

Aku berniat puasa sunah syawwal hari ini karena Allah Swt.

Niat Puasa Syawal
Niat Puasa Syawal

Demikian penjelasan mengenai hukum puasa syawal, tata cara dan niat puasa syawal arab dan latin. Semoga bermanfaat. (R. Nur)