Syekh Ali Jaber Merasa Lebih Nyaman Dikawal Banser

Syekh Ali Jaber Merasa Lebih Nyaman Dikawal Banser

Posted on

Syekh Ali Jaber Merasa Lebih Nyaman Dikawal Banser

Ramai tentang peristiwa penusukan Syekh Ali Jabir saat berceramah di Bandar Lampung, Ahad tanggal 13 September 2020 lalu, membuat masyarakat sadar betapa pentingnya posisi pengawal dan penjaga. Hal ini juga disadari oleh Syekh Ali Jabir sendiri.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Syekh Ali Jaber yang merupakan ulama kelahiran Madinah, Arab Saudi, ini mengaku sangat nyaman jika dirinya dikawal oleh Banser ketika akan mengunjungi suatu daerah untuk menyampaikan mau’idzoh. Hal ini diketahui dari percakapan Gus Miftah kepada Gus Hamid lewat chating WhatsApp.

Dalam percakapan tersebut, Gus Miftah menyampaikan kepada Gus Hamid bahwa Syekh Ali Jaber akan mengunjugi Malang. Menurut Gus Miftah, sudah banyak masyarakat yang menawarkan diri untuk menjadi penjaga dan mengawal Syekh Ali Jaber. Tetapi, Syekh Ali Jaber sendiri mengaku lebih nyaman jika dikawal oleh Banser.

“Besok Syech Ali Ke Jember dan Malang, banyak yang nawarin pengawalan tapi beliau bilang sama saya lebih nyaman kalau banser yang kawal, Jember kontak Sinten gus banser e?,” begitulah bunyi pesan WhatsApp dari Gus Miftah kepada Gus Hamid, Selasa (16/9) pukul 22.07 WIB.

Syekh Ali Jaber dikenal sebagai ulama yang sering menjadi juri pada acara-acara Hafidz Indonesia dan menjadi da’i dalam berbagai acara kajian di banyak stasiun televisi. Oleh karena itulah, banyak orang simpati pada Syekh Ali Jaber saat dirinya mengalami luka tusuk akibat ditikam pisau oleh orang tak dikenal.

Baca Juga >  Kabar Duka, Komandan Satkornas Banser Wafat

Beruntung, pelaku penusukan segera diringkus dan diamankan oleh aparat dan identitasnya diketahui bernama Alfin Andrian, kelahiran 1 April 1996.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), Yaqut Cholil Qoumas, mengecam tindakan penusukan kepada Syekh Ali Jaber dan meminta pihak kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut.

“Jelas kita mengutuk keras tindakan seperti itu. Biadab dan harus diusut tuntas, siapa tahu ada aktor di belakang penusuk itu,” tegas Gus Yaqut, sapaat Yaqut Cholil Qoumas, Senin (14/9).

Untuk diketahui, Syekh Ali Jaber mengalami penusukan saat mengisi kajian di Masjid Falahuddin, Tamim, Tanjungkarang, Pusat, Bandarlampung, Minggu (13/9) sore. Akibat peristiwa itu, Syekh Ali Jaber mengalami luka pada bagian atas tangan kanannya.

Demikian artikel tentang Syekh Ali Jaber Merasa Lebih Nyaman Dikawal Banser. Semoga bermanfaat.

Sumber: www.laduni.id