ayo mondok felix

Suka Tebar Kebencian, Netizen Sarankan Felix Nginep Seminggu di Pesantren!

Posted on

Berita NU, BANGKITMEDIA.COM

YOGYA- Felix Siauw terus menulis status kebencian dan buruk sangka terhadap para tokoh dan pendukung gagasan Islam Nusantara. Berkali-kali Felix menyebut pendukung Islam Nusantara sebagai penista agama, orang arogan, dan seabrek label negatif lainnya. Diminta melakukan tabayun (klarifikasi), Felix malah menyebut pendukung Islam Nusantara tertutup hatinya.

“Ditambah lagi, ide “Islam Nusantara” ini dipakai untuk membuat pembenaran terhadap penistaan agama, dengan dalih toleransi, keberagaman, pluralisme, ini yang buat ramai. Belum lagi tokoh-tokoh pendukung ide ini yang arogan, tak simpatik, dan main hakim sendiri. Pendukungnya juga sama, begitu mudah lisannya melaknat dan mencela,” tulis Felix di akun facebooknya, Selasa (17/07).

“Diakui atau tidak, ide “Islam Nusantara” menjadi tempat untuk berlindung para liberalis yang sudah tak laku dengan ide “Islam Liberal” mereka. Setali tiga uang, sama saja,” lanjut Felix.

ayo mondok

Karena status yang penuh kebencian ini, netizen menyarankan Felix agar mondok di pesantren.

“Udah dech koh Felix. Mending sekali-kali nginep di pondok seminggu saja trus ngaji.
Biar tau kek gimana mati-matian belajar kitab, Qur’an. Bukan ngaji terjemahan,” tulis Cha Icha Nca.

Baca Juga >  KH Ubaidillah Shodaqoh dan KH Muzammil  Pimpin PWNU Jateng 2018-2023

“Monggo istiqfar Koko Felix. Saya muslim, membaca tulisan koko isinya kok penuh tuduhan, buruk sangka. Kritik boleh koko, tapi yang membangun, sampaikan dengan penuh sopan santun beretika, sesuai dengan adat ketimuran. Jadi yang baca juga tercerahkan dan adem,” tulis Arina Ningsih.

“Ya memang kamu aja Felix yang membesar besarkan masalah. Ngaji lagi sono ke ulama-ulama sepuh NU biar ngerti, jangan ke wahabi, terus mendingan loe diam aja Felix biar gak dibuli contoh ustad-ustad bijak yang lain deh, yang gak banyak koar-koar. Bukannya menyelesaikan masalah tapi malah memperkeruh suasana dan bikin ancur agama Islam jadinya. Nanti orang-orang jadi berfikir agama itu gak penting kalau hasilnya umat jadi pada ribut berantem, antar pemuka agama aja ribut perang pendapat,” tulis Tati Sulastri. (ich/amru)