Senator DIY Gus Hilmy Minta Agar UN Direformulasi

Senator DIY Gus Hilmy Minta Agar UN Direformulasi

Posted on

JAKARTA, BANGKITMEDIA

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim, merevisi rencana menghapus Ujian Nasional (UN), dengan cara asesmen kompetensi minimum dan survei karakter sebagai syarat kelulusan, yang terdiri dari kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi), dan penguatan pendidikan karakter.

Berkaitan dengan hal tersebut, Senator asal Daerah Istimewa Yogyakarta, Dr. H. Hilmy Muhammad, M.A., menyatakan agar wacana tersebut dipertimbangkan benar-benar dengan melihatnya dari berbagai aspek. Dan kalau memang kemudian dilakukan revisi, Gus Hilmy mengusulkan agar materi pelajaran yang di-UN-kan direformulasi tidak hanya mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, tapi ditambah pelajaran agama di semua tingkatan

Hal ini disampaikan saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dengan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Pusat siang ini,  Selasa (21/1/2020) di Jakarta.

Hilmy Muhammad menjelaskan bahwa pelajaran agama penting bagi pembentukan karakter anak didik dan menjadikan mereka berkepribadian Pancasila. Beliau berkeyakinan bahwa dengan ditambah pelajaran agama, maka anak akan semakin intens belajar agama, yang dampaknya, anak akan semakin menghayati dan mengamalkan ajaran-ajaran agamanya.

Baca Juga >  PBNU Ajak Nahdliyin Shalat Ghaib untuk Korban Terorisme Selandia Baru

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris BSNP, Drs. H. Zainal Arifin Junaidi, M.M., menyatakan dukungannya. Beliau bahkan menambahkan bahwa hal itu memang sesuai dengan kehendak UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang di dalamnya memuat tujuan Pendidikan Nasional kita, agar peserta didik dapat menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia dan seterusnya.

Rapat yang dihadiri oleh semua Pimpinan Komite III itu juga diikuti oleh pakar-pakar Pendidikan yang tergabung dalam anggota BSNP, yaitu Bambang Suryadi, Ph.D., Dr. Ir. Kiki Yuliati, M.Sc., Dr. Doni Koesoemo, dan juga Prof. Dr. Supardi., M.Pd. mewakili Pengurus Besar PGRI. (rls/rn)

Senator DIY Gus Hilmy