PCNU Gunungkidul

Rais Syuriah PCNU Gunungkidul: Luangkan Waktu untuk NU!

Posted on

Berita NU, BANGKITMEDIA.COM

GUNUNGKIDUL-Aktif di NU itu tidak mudah, harus beriringan dengan banyak urusan internal masing-masing. Untuk itu, para kader dan pengurus NU harus meluangkan waktu untuk NU, jangan menunggu waktu luang untuk NU.

Demikian ditegaskan KH Bardan Usman, Rais Syuriah PCNU Gunungkidul, dalam acara silaturrahim alim ulama di SMK Ma’arif 1 Gunungkidul (03/02).

“Saya ada slogan untuk kader militan NU: “Jangan menunggu waktu luang untuk NU, tapi luangkanlah waktu untuk NU.” tegas Kiai Bardan.

Kiai Bardan juga menjelaskan bahwa akan ada banyak hal yang harus dikerjakan  bersama-sama. Warga NU sekarang ini seperti dalam perumpamaan. Misalkan dalam sebuah perusahaan besar dan profesional akan melakukan seleksi karyawan yang gajinya UMR, pekerjaannya bagus. Dari banyak pendaftar yang diseleksi, namun yang lolos adalah yang bisa menjawab satu pertanyaan.

“Pertanyaannya adalah, “jika anda dalam sebuah perjalanan di malam hari namun dalam perjalanan ada tiga orang yang harus anda tolong, yaitu seorang nenek renta yang sudah tidak kuat apa apa, seorang dokter yang pernah menolong hidup anda, dan yang terakhir adalah kekasih mu. Dalam hal ini, siapa yang akan anda tolong?,” tanya Kiai Bardan. Para hadirin awalnya tegang, kemudian secara spontan hadirin menjawab disertai sorak tawa “kekasih”.

Baca Juga >  Mas Dawam, Sosok yang Mengajak Gus Dur Pindah ke Jakarta

“Kalau saya ini,” lanjut Kiai Bardan, “Maka, saya akan turun dari motor, kuncinya saya kasihkan dokter dam memintanya berangkat duluan bersama nenek renta tadi dan saya tinggal bersama kekasih,” tegas Kiai Bardan. Semua hadirin tertawa mendengar jawaban beliau yang di luar dugaan hadirin.

Setelah sorak tawa reda, beliau kembali melanjutkan.

“Nah, sebagai kader yang militan, seberapa banyak godaan dan tawaran yang datang menghampiri kita, biarkan saja semua itu berlalu asalkan kita di sini tetap bersama kekasih kita, yaitu Gus Hilmy.

Jamaah langsung tepuk tangan. Suasana haru, sekaligus penuh semangat. Para kiai NU memang luar biasa. (Amru)